TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebuah insiden kebakaran akibat korsleting listrik melanda pemukiman warga di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo pada Minggu (19/7/2026) dini hari.
Kobaran api diduga bersumber dari instalasi listrik samping rumah.
Peristiwa ini menimpa kediaman Ismail Hanafi (63). Pemilik rumah sempat berhasil mematikan meteran listrik.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunGorontalo.com, kejadian bermula sekitar pukul 02:12 Wita.
Baca juga: Seluruh Gorontalo Sudah Masuk Musim Kemarau per Juli 2026, Boalemo Diprediksi Paling Terdampak
Saat itu, pemilik rumah, Ismail Hanafi (63), terbangun dalam kondisi setengah sadar dan melangkah ke area dapur untuk mengambil air minum.
Di tengah kesunyian malam, ia mendadak mencium bau menyengat seperti kabel terbakar.
Merasa curiga, Ismail sempat menyusuri dan memeriksa sejumlah titik instalasi listrik di dalam rumahnya. Namun, pada pemeriksaan awal, ia belum menemukan adanya kabel yang terbakar.
Saat hendak kembali menuju kamar tidur pada pukul 02:13 Wita, mendadak terdengar suara ledakan cukup keras.
Ismail segera berlari menuju sumber suara di bagian samping luar rumah dan melihat api sudah menyala pada instalasi listrik.
Ia sontak mematikan meteran listrik (MCB) utama yang berada di dinding luar rumah untuk memutus aliran arus daya, lalu berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan pertolongan, warga sekitar segera berkumpul di lokasi kejadian. Salah seorang warga menghubungi nomor darurat piket Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo pada pukul 02:12 Wita.
Menerima laporan tersebut, Regu Yudha UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo yang terdiri dari tujuh personel menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Tiba di lokasi pada pukul 02:19 Wita, tim mendapati pihak PLN telah melakukan pemutusan jaringan arus listrik utama ke lokasi.
Petugas Damkar dibantu unsur TNI/Polri serta masyarakat setempat langsung bergerak melokalisir penyeberangan titik api.
Proses penanganan dan pendinginan berlangsung selama 19 menit, dimulai pukul 02:19 Wita hingga dinyatakan benar-benar padam dan aman pada pukul 02:38 Wita.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, mengonfirmasi peristiwa tersebut berdasarkan data awal yang diterima petugas di lapangan.
Insiden di Desa Yosonegoro ini semakin menambah panjang daftar kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Gorontalo yang kini telah menembus angka 40 kali kejadian sepanjang tahun 2026.
"Dari total 40 insiden tersebut, sebanyak 21 kasus merupakan kebakaran rumah permukiman" ujar Farid Taha saat ditemui TribunGorontalo.com di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026) pukul 11.11 Wita.
Lonjakan kasus ini terasa sangat tajam dalam dua bulan terakhir, di mana bulan Juni dan Juli masing-masing mencatat 9 kali kejadian (total 18 kasus dalam dua bulan).
"Kebakaran meningkat pada tahun ini dikarenakan cuaca yang memang mendukung, bahwa potensi panas menjadi salah satu sumber penyebab kebakaran. Dari teori api ada tiga penyebab: bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Sekarang ini ada semua di luar itu," ungkap Farid Taha.
Ia juga membandingkan dengan kejadian kebakaran lahan terlama di atas gunung Kebun Dua/Tinggola yang merembet mendekati sekolah dan memakan waktu penanganan hingga 4 hari, serta peristiwa kebakaran besar yang sempat melanda kawasan Shopping Center.
Tips Mencegah Kebakaran
Farid Taha mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mencegah kebakaran. Berikut tips mencegah kebakaran yang dapat dilakukan oleh warga di rumah masing-masing.
1. Pengawasan pembakaran sampah
"Jika kita melakukan pembakaran sampah, itu harusnya diawasi, dijaga sampai api itu benar-benar mati. Jangan sampai ketika kita tinggalkan, api bisa menyebar secara cepat karena ada dorongan oksigen dan angin," imbau Farid.
2. Pemeriksaan Instalasi Listrik Berkala
Perbarui instalasi listrik rumah setiap 10 hingga 15 tahun sekali. Farid menegaskan bahwa sekitar 90 persen kebakaran rumah dipicu oleh korsleting/arus pendek listrik yang penjelarannya sangat cepat.
3. Hindari Penumpukan Beban Listrik
Jangan menambah titik atau sambungan listrik dengan kabel yang tidak sesuai standar PLN demi menghemat biaya, karena sangat berisiko memicu korsleting.
4. Periksa peralatan dapur
Periksa kompor, regulator, dan tabung gas secara berkala.
5. Tidak membuang puntung rokok sembarangan
Selain itu, ia juga mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan di area rumput atau sampah kering.
6. Penyediaan alat pemadam darurat
Ia memisalkan jika pemilik tidak memilik alat pemadam, warga masih bisa menyediakan pasir.
"Jika di rumah tangga tidak ada alat pemadam konvensional maupun modern, bisa menggunakan metode pemadaman secara tradisional. Misalnya menyediakan tumpukan pasir, handuk, dan karung basah yang tebal. Lebih baik mencegah karena kerugiannya lebih banyak kalau terjadi kebakaran," tutup Farid Taha. (*)