TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU — "Dia pernah mau mengundurkan diri. Saya bilang, bertahan dulu. Dia bilang, seandainya Bapak di posisi saya bagaimana," ungkap
I Ketut Gusti, suami Pambo, pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Mamuju yang ditemukan tak bernyawa pada Senin (20/7/2026).
Pambo ditemukan di wilayah Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kondisi tergantung.
Baca juga: Terduga Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Pasangkayu Ditangkap Warga Diimbau Tak Main Hakim Sendiri
Baca juga: Rumah Lansia di Mamuju Tengah Terbakar Diduga Saat Bakar Semut 2 Motor dan Uang Rp11 Juta Gosong
Ketut Gusti menuturkan, istrinya pernah mengungkapkan, bahwa ia memiliki persoalan terkait pekerjaan.
Kemudian menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Namun, saat itu ia meminta sang istri untuk tetap bertahan terlebih dahulu.
Ia mengatakan, istrinya tidak banyak bercerita mengenai persoalan yang dihadapinya di tempat kerja.
Rekan kerjanya juga menyebut, Pambo sudah tidak masuk kerja sejak Januari 2026.
Korban diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.
Sembari menambahkan, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti persoalan yang dialami istrinya.
Jenazah korban selanjutnya akan menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju.
Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kematian korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan penyuluh agama Hindu di Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.
Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya di area belakang rumah.
Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta penyebab kematian korban. (*)