Bojongloa Kaler Bandung Peringkat ke-10 Pemain Judol di Indonesia, Farhan: PR yang Sangat Besar
Seli Andina Miranti July 20, 2026 06:47 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara terkait Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, yang menempati peringkat ke-10 sebagai kecamatan dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2025 peringkat pertama yakni kecamatan Cengkareng (Jakarta Barat) 21.497 pemain, Cakung (Jakarta Timur) 14.664, Tanjung Priok (Jakarta Utara) 13.769, dan Kebayoran Lama (Jakarta Selatan) 9.948 pemain.

Kemudian Bekasi Utara (Kota Bekasi) 7.793, Cibinong (Bogor) 7.033, Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) 6.647, Cipondoh (Kota Tangerang) 6.463, Baleendah (Kabupaten Bandung) 5.910, dan Bojongloa Kaler (Kota Bandung) 5.090 pemain.

Baca juga: Bojongloa Kaler Bandung Masuk 10 Besar Kecamatan dengan Pemain Judi Online Terbanyak di Indonesia

Farhan mengatakan, untuk saat ini pihaknya sedang melakukan edukasi dan berusaha mendalami data itu, sedangkan berdasarkan profiling, pemain judol di wilayah tersebut merupakan masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

"Ini akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar untuk Pokja Kampung Bebas Rentenir karena yang tadinya memastikan tidak ada bank emok, UMKM jalan, semuanya menggunakan digital, ternyata mengalami tantangan dengan adanya judol," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, praktik judol tersebut mendorong para pemainnya untuk nekat melakukan pinjaman online (pinjol) karena praktik judol itu bisa mempengaruhi psikologis yaitu ketagihan terutama setelah pemain itu menang.

"Jadi yang saya tahu gini sistemnya, orang ikut sekali dua kali, menang. Pengen ikut lagi dong, sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, baru menang lagi. Tapi, makin lama makin jarang menangnya dan makin besar taruhan, itu yang disebut sebagai kecanduan," kata Farhan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu tangani juga secara bersama-sama. Untuk saat ini pihaknya sedang berusaha diskusi dengan Kementerian Komdigi untuk melakukan pengendalian judol di Kota Bandung ini.

"Kita kerjasama dengan Komdigi. Mudah-mudahan lah kita bisa ketemu jalannya. Tapi kita pastikan bahwa pemindahan kepada masyarakat lewat kewilayahan, mau tidak mau, harus kita pastikan bebas seperti kita melakukan pelaksanaan Kampung Bebas Rentenir," ucapnya.

Hanya saja, kata Farhan, pengendalian judol ini tidak bisa dilakukan person to person. Sehingga, pihaknya akan melakukan pendekatan lewat keluarga karena jika pemainnya sudah kecanduan, sama seperti menangani kecanduan narkoba.

Baca juga: ASN Pemkot Sukabumi Diduga Terlibat Judi Online, Inspektorat Telusuri Data ke PPATK

Di sisi lain, Farhan merasa prihatin dengan banyaknya pemain judol di Kelurahan Bojongloa Kaler tersebut, sehingga Pemkot Bandung akan memberikan perhatian serius agar pemain judol di wilayah itu bisa berkurang.

"Saminggu ini pokona Bojongloa Kaler sedang menjadi perhatian. Camat (dipanggil) pasti itu mah, karena yang namanya camat sama lurah sama dengan wali kota. tekanannya karena wilayahnya, nasibnya sama," kata Farhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.