TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Kematian 5.000 ekor ikan lele di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali diyakini tak biasa.
Ada dugaan sabotase yang dilakukan orang tak bertanggung jawab.
Awal mula kecurigaan ini mencuat adalah saat kolam lele dikuras pada Kamis (16/7).
Saat kolam dikuras, ditemukan sebutir benda berwarna putih yang diduga kapur barus di dasar kolam.
Adanya kapur barus tersebut memicu kecurigaan ada orang yang sengaja meracuni lele.
Kapolsek Wonosegoro, Iptu Hidayat Seno Harjanto, mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB saat salah seorang pengelola hendak memberikan pakan.
Namun, ikan di kolam nomor C5 terlihat mengambang dan tidak memberikan respons seperti ikan di kolam lainnya.
"Setelah kolam dikuras, ditemukan satu butir benda berwarna putih yang diduga kapur barus di dasar kolam," ujar Hidayat dalam keterangannya, Senin (20/07/2026).
Atas temuan itu, polisi menduga benda tersebut berkaitan dengan matinya ribuan ikan lele. Meski demikian, kepastian penyebab kematian ikan masih menunggu hasil uji laboratorium.
Petugas Polsek Wonosegoro bersama Unit Resmob Polres Boyolali telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu butir kapur barus yang diduga digunakan, sampel air kolam, dan beberapa ekor ikan yang mati.
Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Wonosamodro, Puskeswan Karanggede, serta mengajukan pemeriksaan laboratorium ke Labkesda Kabupaten Boyolali.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut.
"Hasil uji laboratorium masih kami tunggu untuk memastikan penyebab kematian ikan. Penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap pelaku maupun motif dugaan peracunan ini," kata Winarsih.
Polres Boyolali mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Aziz Aminuddin, menyampaikan keprihatinannya atas matinya ribuan ikan lele di kolam milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro.
Aziz berharap pengurus KDMP segera mengidentifikasi penyebab kematian ikan tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali terulang
."Ikut prihatin atas kejadian matinya ikan lele di kolam KDMP Wonosamodro tersebut. Semoga pengurus KDMP setempat segera mengidentifikasi penyebabnya agar tidak terjadi lagi," kata Aziz.
Menurutnya, musibah tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam pengelolaan usaha budidaya perikanan di bawah KDMP.
Ia mendorong pengurus memperbaiki tata kelola peternakan lele, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan melalui penyuluh perikanan lapangan (PPL) untuk melakukan identifikasi penyebab dan menyusun langkah pencegahan.
"Yang terpenting tetap semangat. Musibah bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Perbaiki tata kelola peternakan lele tersebut dan koordinasi dengan dinas terkait melalui PPL perikanan untuk identifikasi serta pencegahan agar hal serupa tidak terjadi kembali," ujarnya.
Namun demikian, Aziz menegaskan akan mengecam keras apabila nantinya ditemukan adanya unsur sabotase di balik kematian ribuan ikan lele tersebut.
Ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga diketahui motif pelakunya.
"Semoga aparat yang berwajib segera mengungkap apa motifnya, apakah karena persaingan, dendam, atau salah paham. Harapannya, persoalan ini bisa segera diselesaikan secara kekeluargaan maupun melalui jalur hukum," tegasnya. (Tribun Solo/Tri Widodo)