TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU– Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, Iptu dr. Andi Iqbal Iskandar, mengungkap hasil pemeriksaan terhadap jenazah Pambo, pegawai Kementerian Agama Kabupaten Mamuju yang ditemukan meninggal dunia di Desa Botteng, Kecamatan Simboro.
Berdasarkan pemeriksaan luar, dokter menemukan tanda-tanda yang mengarah pada asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen (mati lemas). Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena autopsi tidak dilakukan.
"Kalau pengalaman saya sebagai dokter forensik, ibu ini memang meninggal karena asfiksia atau mati lemas," kata Andi Iqbal kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Lowongan Magang Nasional 2026 Dibuka, KKP Buka 1.000 Kuota, Raih Pengalaman Kerja dan Uang Saku
Baca juga: Dokter Forensik Ungkap Hasil Pemeriksaan Jenazah Pegawai Kemenag Mamuju, Tak Ada Tanda Kekerasan
Andi menjelaskan, asfiksia merupakan kondisi ketika tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen yang cukup. Pada kasus ini, tanda-tanda yang ditemukan mengarah pada adanya hambatan pada jalan napas di bagian leher.
"Mati lemas ini karena proses tersumbatnya jalan napas di daerah leher," ujarnya.
Ia menerangkan, ketika jalan napas mengalami tekanan atau sumbatan, suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu sehingga organ-organ vital tidak lagi mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.
"Seharusnya oksigen dihantarkan ke seluruh tubuh. Namun karena jalan napas tertutup, pasokan oksigen menjadi tidak maksimal. Akibatnya seseorang bisa meninggal karena kekurangan oksigen," jelasnya.
Meski menemukan tanda yang mengarah pada asfiksia, Andi menegaskan pemeriksaan yang dilakukan hanya sebatas pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Autopsi tidak dilakukan karena tidak ada permintaan dari penyidik maupun persetujuan dari pihak keluarga.
"Kalau untuk menentukan penyebab kematian secara pasti tidak bisa, karena tidak dilakukan autopsi," katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, dokter forensik juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik ataupun trauma akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.
Sementara luka yang ditemukan di beberapa bagian tubuh dipastikan merupakan luka pascakematian (post-mortem).
Menurut Andi, luka tersebut diduga muncul akibat gigitan serangga, seperti semut, setelah korban meninggal dunia di lokasi penemuan.
"Itu memang tanda pelukaan post-mortem. Jadi luka ini timbul setelah orang ini meninggal," ujarnya.
Sebagai informasi, asfiksia adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen akibat terganggunya proses pernapasan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tersedak, tercekik, tenggelam, serangan asma berat, paparan zat beracun, hingga penyumbatan jalan napas.(*)