Kemenkes: Pasien Terdeteksi Diabetes Lewat CKG Bisa Langsung Dapat Obat
Acos Abdul Qodir July 21, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan masyarakat yang terdeteksi diabetes melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini dapat langsung memperoleh pengobatan awal di puskesmas tanpa harus menunggu kondisi memburuk.

Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat penanganan sekaligus menekan risiko komplikasi akibat keterlambatan diagnosis.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan deteksi dini menjadi tantangan besar karena masih banyak penyandang diabetes yang belum mengetahui kondisinya.

Jutaan Kasus Belum Terdiagnosis

Siti Nadia mengatakan prevalensi diabetes dan obesitas terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat berisiko mengalami penyakit tidak menular.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 30 juta penyandang diabetes. Namun hingga kini baru sekitar 6 juta yang tercatat dan terdiagnosis di fasilitas kesehatan.

Melalui pelaksanaan CKG, jumlah masyarakat yang berhasil teridentifikasi terus bertambah.

"Kenyataannya yang tercatat di fasilitas kesehatan itu dari 30 juta hanya 6 juta sampai saat ini yang terdiagnosis. Nah, karena itu melalui CKG, kita sekarang dapat kurang lebih 11 juta, tapi itu masih jauh dari 30 juta," ujar Nadia dalam Forum Jurnalis Kesehatan bertajuk Strategi, Aksi, Kolaborasi Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Nadia, kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak penyandang diabetes yang belum terdiagnosis.

Padahal, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga retinopati diabetik, yakni kerusakan pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan.

Baca juga: Cegah Kebutaan, Kemenkes Bakal Sediakan Layanan Cek Retina Mata Bagi Pasien Diabetes di Puskesmas

Bisa Langsung Memulai Pengobatan

Nadia menjelaskan salah satu perubahan dalam layanan CKG adalah pasien yang hasil pemeriksaannya menunjukkan diabetes dapat segera memulai terapi awal.

Apabila pemeriksaan gula darah sewaktu yang dilakukan sesuai prosedur menunjukkan hasil diabetes, tenaga kesehatan dapat langsung memberikan pengobatan awal tanpa menunda penanganan.

"Di puskesmas orang CKG itu langsung diobati. Sekarang dengan CKG itu dengan pemeriksaan gula darah sewaktu selang setengah jam itu bisa langsung diobati, kasih metformin 5 mg, nanti 15 hari lagi evaluasi atau 10 hari lagi evaluasi," katanya.

Ia menambahkan pemeriksaan gula darah puasa tetap dapat dilakukan bila diperlukan untuk memastikan kondisi pasien.

Namun, pemeriksaan lanjutan tersebut tidak boleh menghambat dimulainya terapi awal ketika hasil pemeriksaan sudah menunjukkan diabetes.

Fokus Cegah Komplikasi

Menurut Nadia, pengendalian diabetes tidak cukup hanya menurunkan kadar gula darah.

Karena itu, Kemenkes juga memperkuat upaya pencegahan komplikasi, termasuk retinopati diabetik, yang kerap terlambat terdeteksi hingga menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

"DM-nya kita program DM-nya kan sudah benar-benar kita lakukan. Sekarang ditambah lagi untuk DR-nya karena ini juga masalah yang besar. DM-nya terurus, tapi pasiennya bisa jadi buta kalau tidak dideteksi sejak awal," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan program CKG agar diabetes dapat ditemukan lebih dini sehingga pengobatan dapat dimulai sebelum muncul komplikasi yang lebih berat.

Kemenkes menilai keberhasilan pengendalian diabetes tidak hanya ditentukan oleh jumlah kasus yang ditemukan, tetapi juga oleh kecepatan pasien memperoleh pengobatan dan pencegahan komplikasi sejak tahap awal penyakit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.