Sosok Hastari Wardianti Ketua PMI Belitung Baru Dilantik, Relakan Karier PNS Demi Dampingi Suami
Rusaidah July 21, 2026 02:20 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Hastari Wardianti resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung periode 2026-2031 bertempat di Ruang Sidang Pemerintah Kabupaten Belitung pada Selasa (21/7/2026).

Sosoknya makin dikenal publik setelah sang suami Djoni Alamsyah Hidayat menjabat sebagai Bupati Belitung.

Kini kiprah Hastari Wardianti semakin meluas setelah dirinya dilantik menjadi Ketua PMI Belitung.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fattah, dan dihadiri Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat beserta jajaran pengurus. 

Hastari mengatakan, rapat bersama seluruh pengurus baru akan segera digelar pasca pelantikan. 

"Dalam rapat nanti kami akan menyusun program kerja sekaligus memetakan kebutuhan PMI Kabupaten Belitung selama lima tahun ke depan," kata Hastari kepada posbelitung.co.

Menurutnya, salah satu program prioritas yang akan dikembangkan adalah Laskar Siaga atau bank darah berbasis desa.

Sosok Hastari Wardianti 

Kisah Hastari Wardianti istri Djoni Alamsyah bupati terpilih Pilkada Belitung 2024 menjadi inspiratif yang tetap setia demi mendampingi sang suami untuk mewujudkan keinginan membangun Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hastari Wardianti yang selama ini meniti karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS), ternyata memilih mundur dari zona nyaman itu demi bisa mendampingi suami.

Baca juga: Polres Belitung Terbitkan DPO Andi Lala Penanggungjawab 605,5 Kg Timah Modus Ikan Asin ke Jakarta

Keputusan untuk mendukung sang suami berarti lebih dari sekadar meninggalkan pekerjaan. 

Ia juga harus terpisah dari anak-anak mereka.

Sekadar informasi, tiga anak Djoni Alamsyah dan Hastari Wardianti saat ini tengah menempuh pendidikan tinggi melansir Posbelitung.co tahun 2024.

Anak pertama saat ini sedang mengambil pendidikan spesialis mata di Palembang, Sumatera Selatan.

Anak kedua kuliah S2 teknik informatika di Universitas Indonesia, Jakarta.

Sedangkan anak ketiga saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di fakultas kedokteran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hastari Wardianti yang akrab disapa Mak Tari memang harus menerima kenyataan bahwa keluarganya kini tersebar di berbagai kota di Indonesia.  

"Anak-anak sudah pamit, karena tahu kami akan lebih sibuk.

Tapi Alhamdulillah, sekarang teknologi sudah canggih, ada video call.

Meski jarak jauh, kami tetap bisa saling mendukung," kata Hastari Wardianti penuh rasa syukur, Senin (16/12/2024).  

Hidup di Belitung sebenarnya bukan hal baru bagi Mak Tari.

DJONI ALAMSYAH - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, dan istrinya, Hastari Wardianti saat berada di Rumah Dinas Bupati Belitung, Senin (3/3/2025). Djoni dan istri resmi menempati Rumah Dinas Bupati setelah menjalani prosesi penyambutan yang kental dengan adat budaya.
DJONI ALAMSYAH - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, dan istrinya, Hastari Wardianti saat berada di Rumah Dinas Bupati Belitung, Senin (3/3/2025). Djoni dan istri resmi menempati Rumah Dinas Bupati setelah menjalani prosesi penyambutan yang kental dengan adat budaya. (Posbelitung.co)

Apalagi sejak empat tahun lalu, keluarga Djoni Alamsyah dan Hastari sudah memiliki rumah di Belitung. 

Ia pun banyak berbaur dan aktif mendampingi sang suami dalam berbagai kesempatan dan hadir di tengah-tengah masyarakat. 

Hastari pun mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Belitung yang telah membentuk karakter Djoni menjadi sosok yang jujur dan bertanggung jawab.

"Masyarakat Belitung lah yang mendidik beliau, sehingga saya yakin beliau bisa mengemban tugas ini dengan amanah.

Baca juga: Baru Sehari Menjabat, Kapolres Belitung Gagalkan Selundupan 605,5 Kg Timah Modus Kirim Ikan Asin

Tugas saya sekarang adalah mengingatkan beliau agar tidak melupakan amanah itu," kata Hastari.  

Dukungan Hastari terhadap sang suami bukan hanya terlihat dari kata-kata saja.

Tetapi juga dalam tindakannya yang kini memilih mundur dari zona nyaman berkarir sebagai abdi negara. 

Menurut Hastari, langkah Djoni Alamsyah merupakan bentuk nyata kecintaannya terhadap Belitung. 

Hastari juga menjadi saksi hidup yang setia dan siap mendampingi setiap perjalanan suaminya dalam mewujudkan cita-cita besar membangun Belitung. 

Di balik kesuksesan seorang pria, ada wanita hebat di belakangnya. 

Ungkapan itu tampaknya mampu menggambarkan kesetiaan Hastari dalam perjalanan Djoni Alamsyah hingga mampu memenangkan kontestasi Pilkada Belitung 2024.

"Saya sebenarnya masih punya waktu 10 tahun sebelum pensiun, tapi saya memilih mundur.

Ini keputusan yang tidak mudah, tetapi saya memahami keinginan beliau untuk mengabdi di Belitung, tempat beliau lahir dan dibesarkan," kata Hastari. 

Ia mengungkapkan kisah pertemuannya dengan Djoni Alamsyah bermula di Banjarmasin, tempat Djoni merantau.

Dari pertemuan itu, Djoni dan Hastari pun menikah. 

Bertahun-tahun selama menikah, Hastari merupakan guru SD yang mengabdi di salah satu sekolah di Banjarmasin. 

Ketika Djoni mengutarakan niat untuk kembali ke Belitung pada 2020 lalu, kampung halaman yang dicintainya, Hastari memilih mendukung penuh keputusan sang suami. 

"Beliau benar-benar mencintai Belitung.

Saya paham, ini bukan sekadar ambisi, tapi keinginan tulus untuk membangun daerah tempat ia tumbuh.

Jadi, saya relakan semuanya," ujar Hastari. 

Setiap Desa Punya Pendonor Aktif

Melalui program tersebut, lanjutnya, PMI menargetkan setiap desa memiliki pendonor darah aktif sehingga kebutuhan darah dalam kondisi darurat dapat dipenuhi lebih cepat.

"Harapannya, setiap desa punya pendonor aktif, jadi ketika ada warga yang butuh dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, pendonor dari desa ini dapat segera bergerak membantu," ujar istri Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat itu. 

Selain itu, PMI Belitung juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi pendonor darah agar pendataan lebih mudah dan terintegrasi.

Di dalam aplikasi tersebut tersedia data pendonor aktif, sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai pendonor darah.

"Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai pendonor juga bisa langsung mendaftarkan diri melalui aplikasi tersebut sehingga pendataan menjadi lebih mudah dan terintegrasi," katanya.

Baca juga: 605,5 Kg Timah Modus Kirim Ikan Asin Gagal Diselundupkan, Dikemas Pakai Kardus Minyak Goreng

Hastari turut menyampaikan apresiasi kepada para pendonor darah yang selama ini telah membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.

Menurutnya, darah yang didonorkan berpotensi menyelamatkan banyak nyawa, baik bagi ibu yang melahirkan, korban kecelakaan, maupun pasien lainnya yang membutuhkan transfusi darah.

"Padahal mereka tidak pernah tahu darah yang didonorkan akan digunakan untuk siapa. Bisa saja darah itu menyelamatkan seorang ibu yang melahirkan, korban kecelakaan, atau bahkan anggota keluarga kita sendiri," ucapnya.

Ia berharap para pendonor darah tetap mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan keikhlasan mereka dalam membantu sesama. 

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.