249 Putra-Putri Terbaik Papua Barat Daya Ikuti Pembekalan Program ADIK 2026
Intan July 21, 2026 08:30 PM

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pembekalan Siswa-Siswi Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun 2026 sebagai persiapan bagi para calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Selasa (21/7/2026), dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat Daya, Suardi Thamal, yang mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) merupakan bentuk komitmen Pemerintah Pusat dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada putra-putri Papua melalui kebijakan afirmasi yang hanya berlaku di Tanah Papua.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya telah menyebarkan 775 formulir pendaftaran ke seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. 

Namun setelah melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi, hanya 249 siswa yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti Program ADIK.

"Dari 775 formulir yang disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya, sebanyak 249 siswa dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti Program ADIK Tahun 2026," ujar Adolof.

Baca juga: Wadah Bakat Muda Papua Barat Daya, Unimuda Sorong Gelar Pessona 2026 dan Launching Duta Muda

Baca juga: Mamberob Rumakiek Ajak Pemuda Papua Barat Daya Ikuti Pemilihan Duta DPD RI

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi generasi muda Papua.

"Program ini merupakan kebijakan khusus Pemerintah Pusat bagi Tanah Papua. Ini adalah bentuk komitmen negara agar anak-anak Papua memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas," katanya.

Adolof menjelaskan bahwa pembekalan dilaksanakan untuk memberikan motivasi, wawasan, serta kesiapan mental kepada para peserta sebelum mereka diberangkatkan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Selain mendapatkan materi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, para peserta juga akan menerima pembekalan langsung dari Kementerian Pendidikan mengenai mekanisme Program ADIK, hak dan kewajiban mahasiswa, serta berbagai fasilitas yang akan diterima selama menjalani pendidikan.

"Anak-anak kita akan belajar di berbagai daerah dengan budaya, lingkungan, dan cara hidup yang berbeda. Karena itu mereka perlu dibekali agar mampu beradaptasi dan fokus menyelesaikan pendidikan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pelaksanaan pembekalan ditanggung melalui dana Otonomi Khusus, sedangkan pembiayaan pendidikan peserta Program ADIK sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan.

Mahasiswa penerima ADIK akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari biaya pendidikan, biaya hidup, uang tempat tinggal atau kos, hingga dukungan lainnya selama masa studi.

"Negara telah menyiapkan seluruh fasilitas pendidikan. Karena itu tugas anak-anak kita hanya satu, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan dengan baik," kata Adolof.

Sementara itu, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Suardi Thamal, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa tantangan global menuntut lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mental yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.

Menurut Gubernur, Program ADIK bukan sekadar mengirim mahasiswa untuk kuliah, tetapi mempersiapkan generasi penerus yang kelak akan kembali membangun Papua Barat Daya.

"Melalui program pembekalan ini, kalian dipersiapkan bukan hanya untuk berangkat kuliah, tetapi untuk berhasil dan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi daerah," demikian pesan Gubernur.

Baca juga: Polda Papua Barat Daya dan Tokoh Pemuda Suku Moi Perkuat Sinergi Kamtibmas

Baca juga: Nasib Buruh Pilu: DPR Papua Barat Daya Usut Dugaan Pelanggaran Kerja CV di Kota Sorong

Ia menyebut, 249 peserta ADIK Tahun 2026 merupakan putra-putri terbaik Papua Barat Daya yang akan belajar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta terakreditasi di seluruh Indonesia.

Karena itu, mereka diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga, daerah, dan Papua Barat Daya selama menempuh pendidikan.

"Jadilah duta yang baik. Tunjukkan bahwa anak-anak Papua Barat Daya adalah generasi yang sopan, disiplin, berprestasi, dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia," pesannya.

Gubernur juga mengingatkan para peserta agar tidak takut menghadapi tantangan ketika harus hidup jauh dari keluarga dan beradaptasi dengan budaya baru.

Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan bagian dari proses pendewasaan yang akan membentuk karakter dan kemandirian.

"Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah. Akan ada rasa rindu rumah dan perbedaan budaya. Jadikan itu sebagai tantangan untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, bukan alasan untuk menyerah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar selalu mengingat perjuangan orang tua dan harapan masyarakat Papua Barat Daya yang menitipkan masa depan daerah kepada generasi muda.

"Belajarlah dengan tekun, selesaikan studi tepat waktu, dan raihlah prestasi setinggi-tingginya. Kalian berangkat hari ini sebagai harapan Papua Barat Daya, dan kelak harus kembali sebagai sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerah," katanya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.