Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Hakaaston (HKA) berhasil mempertahankan peringkat kredit idAA- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027.
Peringkat tersebut diberikan Pefindo setelah perusahaan anak PT Hutama Karya (Persero) ini dinilai memiliki peran vital, jaringan tol terintegrasi, serta profil keuangan yang konservatif dan disiplin.
Capaian ini mempertegas posisi HKA yang kian solid dan strategis, khususnya sebagai operator utama pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 (audited), anak usaha BUMN ini berhasil membukukan total pendapatan Rp1,489 triliun.
Layanan operasi dan pemeliharaan tol menjadi penyumbang terbesar mencapai 73,9 persen atau setara Rp1,1 triliun.
Sementara itu, diversifikasi bisnis komersial melalui penjualan hotmix dan spun pile turut menyokong pendulum keuangan sebesar 26,1 persen (Rp389,5 miliar).
Sinyal positif tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026 ini.
Berdasarkan data triwulan I 2026 per 31 Maret, HKA tercatat sukses mengantongi pendapatan sebesar Rp363,5 miliar, EBITDA Rp37,8 miliar, dan laba bersih senilai Rp23,9 miliar.
Coreporate Secretary PT Hakaaston, Dhika Anandatama, menyatakan pertahanan peringkat dari Pefindo ini menjadi bukti efektivitas efisiensi operasional dan arah transformasi perusahaan menuju Indonesia's Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM).
"Peringkat yang dipertahankan Pefindo mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan arah transformasi HKA," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Ke depan, sebagai penopang utama infrastruktur jalan tol di Sumatera dan nasional, HKA berkomitmen memperkuat tata kelola aset lewat inovasi, efisiensi operasional, serta layanan jalan tol terintegrasi yang berkelanjutan.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kualitas layanan, meningkatkan efektivitas pengelolaan aset, serta menjaga disiplin tata kelola perusahaan," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)