Alasan Pria Nekat Jadi Begal Payudara Siswi SMK di Surabaya Utara, Ngaku karena Godaan Nafsu
Januar July 21, 2026 03:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terungkap motif sebenarnya pria di Surabaya Utara nekat jadi begal payudara siswi SMK.

Pria berinisial HS (30) yang disergap warga karena diduga membegal payudara pelajar kelas dua SMK yang berjalan kaki sendirian sepulang sekolah di Jalan Bulak Banteng Lor, Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya, sekitar pukul 21.00 WIB, pada Jumat (17/7/2026) resmi berstatus tersangka. 

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Iptu Suroto mengatakan, pelaku akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan. 

Pelaku dijerat Pasal 6 huruf a Jo Pasal 15 Ayat (1) Huruf g UU RI No 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan atau Pasal 415 huruf (b) UU RI No 1 tahun 2023 tentang KUHP.

"Tersangka sudah kami tahan untuk pemberkasan perkara," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Selasa (21/7/2026). 

Kronologi kejadiannya, Suroto menerangkan, pelaku sedang mengendarai sepeda angin melintasi ruas jalan tersebut pada sore hari. 

Setibanya di depan sebuah gerai penjualan pulsa serta kuota internet, pelaku sekonyong-konyong memegang bagian sensitif pada tubuh korban. 

Menyadari hal tersebut, korban langsung berlari mengejar pelaku menyusuri Jalan Bulak Banteng hingga berbelok ke salah satu gang permukiman warga; Gang Bulak Banteng Bhineka III. 

Tak pelak, pelarian pelaku malah berakhir di sana, karena disergap oleh warga beramai-ramai hingga diamankan sementara ke rumah ketua RT setempat. 

"Setelah melakukan itu, yang bersangkutan kabur dengan sepeda anginnya hingga masuk ke gang warga. Lalu berhasil disergap warga," katanya. 

Baca juga: Viral Warga Kepung Mobil Polisi Bawa Terduga Pelaku Begal Payudara di Bulak Banteng Surabaya

Disinggung mengenai motifnya melecehkan korban, Suroto mengungkapkan, pelaku diduga bernafsu karena melihat korban. 

"Diduga karena menuruti kata nafsu," pungkasnya. 

Sebelumnya, insiden begal payudara yang dialami oleh korban perempuan berusia 17 tahun yang masih berstatus pelajar SMK kelas dua di sekolah swasta itu, tatkala pulang sekolah dengan berjalan kaki sendirian di menyusuri bahu jalan. 

Tak dinyana-nyana, si pelaku yang sedang mengendarai sepeda angin tiba-tiba mendekati dan memepet dari arah belakang lalu memegang bagian sensitif pada tubuh korban secara cepat. 

Setelah itu, bukannya berdiam diri meratapi kesedian, si korban lantas berusaha berlari mengejar si pelaku yang mengayuh kencang sepeda anginnya. 

Selama mengejar si pelaku yang melecehkannya korban terus menerus berteriak-teriak hingga mengagetkan warga yang bermukim di Gang Bulak Banteng Bhineka III. 

Para warga yang menyadari kegaduhan tersebut sontak berupa menyergap si pelaku, lalu menggiringnya ke rumah Ketua RT 09, Sholeh yang berada di gang tersebut. 

"Informasinya memang kejadian di jalan depan gang. Lalu dikejar sama korban sampai di gang Bulak Banteng Bhineka 3, kebetulan rumah saya, kami amankan. Ya saya tanya-tanya semuanya, sambil tunggu Polisi," ujar Sholeh saat dihubungi TribunJatim.com, pada Sabtu (18/7/2026). 

Ternyata, si pelaku merupakan salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi, yakni di RT 04. Sholeh akhirnya menelepon Ketua RT 04, Mat Taki untuk segera mendatangi rumahnya membantu menangani kasus tersebut hingga Polisi tiba. 

Ketua RT 04, Mat Taki menceritakan, setibanya dirinya di depan rumah Sholeh, tampak puluhan orang warga sudah mengepung area teras hingga jalanan depan rumah. 

Para warga mengamuk karena mendapati kabar ada aksi pelecehan seksual; begal payudara yang menggegerkan warga. 

Beberapa diantaranya berusaha menggedor-gedor pintu rumah Sholeh untuk diperbolehkan masuk dan melayangkan pukulan agar membuat si terduga pelaku jera. 

"Larinya terduga pelaku ke Bhineka 3, diamankan Pak RT 09. Lalu saya ditelpon sama Ketua RT, Pak Sholeh, pas magrib saya ke sana. Ternyata sudah banyak massa di sana," ujar pria berpeci hitam itu saat ditemui TribunJatim.com di rumahnya, pada Sabtu (18/7/2026) malam. 

Setelah menggali informasi di antara kedua belah pihak, ternyata Taki mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Korban dilecehkan saat berjalan sendirian di bahu jalan sepulang sekolah. 

Saat itu, si terduga pelaku sedang mengendarai sepeda angin, setelah membeli gorengan seperti yang diperintah ibunda kandungnya di rumah. 

Entah apa motifnya, si terduga pelaku tiba-tiba memegang bagian sensitif tubuh korban secara tiba-tiba, lalu berusaha kabur menyusuri jalanan Gang Bulak Banteng Bhineka 3.

"Si terduga pelaku naik sepeda ontel, si korban jalan setelah pulang sekolah. Si terduga pelaku disuruh beli gorengan, sepeda ontel, lalu ada korban pulang sekolah, katanya dipegang (bagian sensitif)," katanya. 

Sembari menunggu personel Polisi dari Mapolsek Kenjeran tiba mengamankan pelaku. 
Si terduga pelaku diamankan sementara di dalam rumah Sholeh, menghindari amukan warga. 

Setahu Taki, aksi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh si terduga pelaku tersebut baru terjadi pertama kali. Sebelumnya, ia tak pernah mendengar adanya laporan si terduga pelaku melancarkan aksi serupa di sekitar permukimannya. 

"Kejadian ini baru satu kali. Karena selama 4 tahun jadi RT, saya enggak ada laporan dari warga atau orang luar. Karena saya selalu berusaha merespon langsung laporan warga apapun itu laporannya. Terduga pelaku masih diperiksa di KP3," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, viral di medsos video amatir warga merekam kerumunan warga mengejar dan mengepung mobil patroli Polisi jenis sedan yang membawa terduga pelaku asusila bermodus begal payudara di Jalan Bulak Banteng Lor, Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya, sekitar pukul 21.00 WIB, pada Jumat (17/7/2026). 

Berdasarkan video 37 detik yang diunggah akun sebuah akun Instagram, pada Sabtu (18/7/2026), tampak kerumunan orang berdiri dan berteriak-teriak ke arah mobil sedan berbodi warna abu-abu diduga kuat kendaraan patroli Polisi dengan lampu sirine biru menyala. 

Mereka tampak seperti berfokus pada sosok yang diangkut dalam kursi penumpang. 

Teriakan tersebut kian bertambah kencang semakin terjadi tatkala mobil itu mulai berjalan perlahan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. 

Massa tersebut seperti berusaha hendak melampiaskan kemarahannya dengan mencuri kesempatan menghajar si terduga pelaku. Namun, usaha massa mengejar laju mobil sedan Polisi itu, urung dilakukan setelah mobil mendadak berhenti. 

Lalu, seorang anggota Polisi membuka pintu penumpang sisi kanan dan memperingatkan ke arah kerumunan massa seraya mengacungkan telunjuk tangannya. 

Nah, sepanjang video amatir tersebut, terdengar suara seseorang yang diduga kuat si perekam video. Si perekam video seperti meminta agar massa tidak lagi terlalu ikut campur karena kasus sudah ditangani Polisi. 

"Rame-rame ada kasus pelecehan begal payudara, woy gak boleh ricuh, gak boleh melok-melok hei, biarkan polisi ae, ojo ricuh rek," ujar si perekam video, dalam video unggahan tersebut.

Kemudian, akun tersebut menuliskan narasi pada unggahannya dengan penjelasan, "hati-hati maraknya begal payudara terutama kaum perempuan."

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.