Viral Pesepeda di Jaktim Diduga Menjadi Korban Pemerasan Bermodus Pura-Pura Tertabrak
Jaisy Rahman Tohir July 21, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Seorang pesepeda diduga menjadi korban pemerasan bermodus pura-pura tertabrak di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Berdasarkan narasi yang beredar disebutkan terduga pelaku diduga dengan sengaja menjatuhkan diri, atau berpura-pura tertabrak ketika pesepeda melintas pada Senin (20/7/2026) malam.

Sementara dalam video, tampak pria terduga pelaku bersama temannya memacu sepeda motor lalu seketika mengadang laju pesepeda di Jalan Inspeksi Tarum Barat.

"Gue mau ganti rugi lah, gue berdarah," kata pria dalam video saat mengadang laju pesepeda sebagaimana dalam video yang beredar di media sosial, Makasar, Jakarta Timur.

Sempat terjadi cekcok antara, bahkan pria diduga pelaku tersebut juga berulang kali menunjuk ke arah pesepeda dan menyebut bahwa pesepeda telah lalai dalam berkendara. 

Merujuk rekaman video yang beredar di media sosial, cekcok baru berakhir setelah seorang warga di sekitar lokasi berupaya meredam emosi pria yang mengaku terluka.

"Maksud lo apaan, lo yang salah," ujar pria yang mengaku menjadi korban tabrak lari.

Dikonfirmasi kasus, jajaran Polsek Makasar menyatakan usai video viral petugas sudah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan kepada warga di sekitar lokasi.

Namun Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi Ardi mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan dugaan pemerasan dari pesepeda sebagaimana dalam video beredar.

"Sampai saat ini belum ada konfirmasi buat laporan, dan sudah dilakukan pengecekan di lokasi," kata Sumardi saat dikonfirmasi di Makasar, Jakarta Timur, Selasa (21/7/2026).

Jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar juga menyatakan hingga kini masih berupaya menjangkau pesepeda yang diduga menjadi korban pemerasan bermodus tabrak lari itu.

Guna mencegah kasus serupa Polsek Makasar mengimbau warga tidak mudah percaya dengan orang tak bertanggung jawab, dan agar segera melapor bila menjadi korban tindak pidana. 

"Warga diimbau selalu hati-hati di jalan, jangan mudah terprovokasi dan mudah percaya orang tidak bertanggung jawab. Bisa segera laporan ke kepolisian terdekat, kalau tidak (hubungi) 110," tuturnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.