Laporan wartawan TribunJatim.com, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seusai pindah ke DPMM FC, Dalberto bakal hadapi mantan klubnya, Arema FC di Piala Presiden 2026.
Turnamen pra musim Piala Presiden akan menjadi ajang reuni bagi Arema FC dengan mantan penyerang andalan mereka Dalberto Luan Belo.
Dalberto kini berstatus sebagai pemain DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam dan baru saja diresmikan pada Minggu (20/7/2026).
Arema FC tergabung di grup A Piala Presiden 2026 bersama tuan rumah Persib Bandung dan dua tim dari luar negeri, yakni DPMM FC dan Tampines Rovers klub dari Liga Singapura.
Hal tersebut menjadi laga yang cukup menarik, khususnya bagi sang pemain Dalberto.
Maklum saja, dalam dua musim terakhir ini, Dalberto selalu menjadi ujung tombak andalan Singo Edan di lini depan.
Baca juga: Arema FC Gunakan Ajang Piala Presiden untuk Latih Adaptasi Para Pemain Barunya
Ia bahkan sukses membawa Arema FC meraih gelar juara Piala Presiden 2024, saat pertama kali didatangkan oleh Arema FC dari Madura United.
Bersama Arema FC, penyerang kelahiran Brasil tersebut telah mencatatkan 34 gol dari 61 penampilannya di kompetisi Super League.
Namun kebersamaannya dengan Arema FC harus berakhir di akhir musim 2025-2026.
Meskipun manajemen Arema FC sempat ingin mempertahankan sang pemain, namun negosiasi pun berjalan cukup alot, hingga kerjasama antara keduanya pun berakhir.
Kini, keduanya akan bertemu kembali di ajang Piala Presiden 2026.
Dalberto juga akan melakukan reuni dengan para pemain Arema FC, termasuk sejumlah pemain asing yang sebagian besar dipertahankan oleh pihak klub dan pelatih Marcos Santos.
Marcos Santos pun menganggap Piala Presiden 2026 sebagai turnamen yang cukup penting, karena Arema FC akan menghadapi klub dari luar negeri.
Kesempatan ini pun tak akan ia sia-siakan, guna mencoba strategi sebagai bagian dari proses mematangkan tim menuju kompetisi Super League.
"Menghadapi dua tim dari luar negeri itu cukup penting bagi Arema,"
"Mungkin kami belum mengadaptasi dari situasi seperti itu, tapi itu juga bagus buat Arema," ucapnya.
Meskipun masih buta dengan kekuatan lawan, namun menghadapi tim luar negeri menjadi kesempatan yang kedua bagi pelatih berkebangsaan Brasil tersebut.
Sebelumnya ia juga menahkodai Arema FC di ajang Piala Presiden 2025, saat menghadapi Port FC klub dari Liga Thailand dan Oxford United, klub dari Inggris.
Saat itu, Marcos gagal membawa Arema FC lolos dari babak fase grup Piala Presiden 2025.
"Mungkin kami belum tahu bagaimana mereka main. Tapi yang pasti kami akan melakukan persiapan dengan lebih baik," ujarnya.
Selain itu, Marcos juga akan menjadikan turnamen Piala Presiden sebagai bagian dari proses adaptasi kepada pemain baru yang telah didatangkan oleh Arema FC.
Total ada 10 pemain baru Arema FC untuk musim 2026-2027 dan satu orang analisis tim dari staf kepelatihan.
Ia berharap, para pemain baru ini khususnya legiun asing bisa cepat beradaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia.
Sebab, para pemain asing yang didatangkan oleh Arema FC belum pernah merasakan langsung iklim sepak bola Indonesia yang dikenal cukup kompetitif.
"Pasti kami akan gunakan turnamen ini sebagai info awal bagi para pemain baru. Bukan cuma pemain lokal, tapi juga pemain asing yang baru bergabung dengan Arema musim ini,"
"Kami akan gunakan pertandingan ini untuk membantu mereka beradaptasi cepat di Arema," tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com