Calon Prajurit TNI Ditemukan Tewas Mengenaskan, Baru 4 Hari Jalani Pendidikan
Muhammad Ridho July 21, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang siswa Calon Prajurit TNI bernama Genial Gavensi Gulo ditemukan tewas saat menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI TA 2026 di Rindam I/BB Pematangsiantar.

Genial Gavensi Gulo ditemukan meninggal dunia saat menjalani pendidikan Dikmata TNI-AD Gelombang II TA 2026 yang baru berlangsung empat hari.

Kini jenazah Genial Gavensi Gulo diberangkatkan menuju kampung halamannya di Nias Barat, Selasa (21/7/2026).

Pemuda berusia 21 tahun kelahiran 2 November 2005 itu sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang Rindam I/BB, Senin (20/7/2026).

Jenazah Genial pertama kali ditemukan oleh sang pelatih.

Jenazah sempat diautopsi di RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar sebelum diberangkatkan dengan mobil ambulans melalui jalur darat menuju rumah duka.

Danrindam I/BB Pematangsiantar, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, menyampaikan bahwa Genial baru empat hari mengikuti pendidikan Dikmata TNI-AD Gelombang II TA 2026.

“Dia siswa yang menjalani pendidikan. Baru empat hari. Untuk penyebab kematian masih pemeriksaan. Belum bisa kita jawab, masih ada pemeriksaan-pemeriksaan,” ujarnya.

Terkait penyebab kematian, Abdul Razak menegaskan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut .

Mengenai dugaan bunuh diri, ia menegaskan hal tersebut masih dalam proses penyelidikan dan menjadi kewenangan Denpom I/I BB Pematangsiantar.

"Yang menemukan pertama kali itu anggota (pelatih). Nah kalau dugaan bunuh diri, bisa ditanyakan ke Denpom," ucapnya.

Baca juga: Viral, Toko Emas Dirampok Oknum Polisi, Polda: Motif Tekanan Ekonomi

Baca juga: Polisi-TNI Bakal Ikut Awasi Wajib Pajak, Pimpinan DPR Waspadai Efek Ketakuan

Reaksi Keluarga dan Organisasi Pemuda

Ketua DPC Pemuda Peduli Nias – Pematangsiantar, Kari Halawa, yang hadir di RSUD Dr Djasamen Saragih, menyampaikan bahwa keluarga sangat terpukul atas kematian Genial.

Pertemuan terakhir dengan keluarga sebelum pembukaan pendidikan pada 16 Juli 2026 menunjukkan kondisi Genial sehat jasmani dan rohani. 

Tak ada keluhan selama mengikuti tahapan Pantaukhir Pusat.

Namun setelah ditemukan meninggal dunia dengan kondisi gantung diri, keluarga meminta dilakukan autopsi.

“Keluarga bilang diautopsi aja biar ada hasil. Kebetulan semalam belum bisa dilihat,” kata Kari.

Ia menambahkan, informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Genial meninggal karena bunuh diri.

“Disampaikan bunuh diri. Gantung diri. Selama ini menurut keluarga sehat-sehat aja. Nggak ada masalah keluarga,” ujarnya.

Kari juga menyampaikan bahwa keluarga masih berkomunikasi dari Nias Barat dan menunggu hasil autopsi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Keluarga pasti curiga makanya semalam diautopsi,” katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunmedan )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.