PSIM Yogyakarta Kini Punya Tiga Manajer Baru, Liana Tasno Ungkap Hal Ini
Joko Widiyarso July 21, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta melakukan penyegaran di jajaran manajemen menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 yang akan kickoff September mendatang. 

Laskar Mataram resmi memperkenalkan tiga sosok baru yang akan memperkuat operasional tim, mulai dari urusan teknis sepak bola hingga administrasi dan perizinan pertandingan.

Perkenalan tiga manajer baru tersebut dilakukan di Wisma PSIM, Yogyakarta, Selasa (21/7/2026). Mereka adalah Ikhsan Mahar sebagai Manajer Tim, Tegar Diokta Andias sebagai Manajer Operasional, dan Wendy Umar Senoaji yang akan mengampu Manajer Operasional di Yogyakarta.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, mengatakan penunjukan Ikhsan Mahar didasari rekam jejak serta kecintaannya terhadap sepak bola. Ikhsan diketahui merupakan mantan jurnalis Kompas yang selama 12 tahun bertugas di desk olahraga.

“Posisi football manager (manajer tim) itu sekarang diemban oleh Ikhsan Mahar. Beliau merupakan salah satu jurnalis sports senior Kompas. Saya melihat yang pertama adalah passion-nya. Saya sudah paham betul dan juga kagum dengan pengetahuannya. Mau bicara Timnas dari zaman apa pun dia paham. Passion-nya terhadap sepak bola luar biasa,” kata Yuliana.

Menurutnya, pengetahuan Ikhsan tak hanya sebatas mengikuti perkembangan sepak bola, tetapi juga memiliki kemampuan dalam melakukan analisis pemain dan kebutuhan tim.

“Kalau sudah bisa melihat scouting, lalu menilai pemain ini cocok dengan kebutuhan tim, itu sudah level ahli. Basisnya memang passion dulu, kemudian pengetahuannya luas di sepak bola,” ujarnya.

Yuliana juga berharap kehadiran Ikhsan dapat mempererat hubungan PSIM dengan media sehingga arus informasi mengenai klub menjadi lebih terbuka.

Manajer Operasional PSIM  

Selain memperkuat sektor manajemen tim, PSIM juga menunjuk Tegar Diokta Andias sebagai Manajer Operasional. Tegar sebelumnya memiliki pengalaman panjang mendampingi tim kepelatihan Timnas Indonesia, baik di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

“Mas Tegar ini memperkuat sisi nonteknis first team maupun EPA. Mulai dari administrasi, mengatur perjalanan tim saat away, akomodasi, hingga kebutuhan pemain. Hal-hal teknis seperti ini membuat pemain lebih nyaman sehingga performanya juga bisa lebih baik,” jelas Yuliana.

Sementara itu, Wendy Umar Senoaji mantan ketua Panpel PSIM kini dipercaya menangani operasional tim di Yogyakarta, termasuk urusan perizinan pertandingan yang selama ini menjadi salah satu pekerjaan paling kompleks.

Yuliana menilai tugas tersebut tidak mudah karena melibatkan koordinasi dengan banyak pihak, mulai dari kepolisian hingga instansi terkait.

“Enggak semua orang bisa mengurus perizinan seperti itu. Ketua panpel itu pekerjaannya tidak mudah. Mereka berjibaku dari pagi sampai subuh demi memberikan yang terbaik untuk PSIM. Kalau kemudian ada izin yang tidak keluar, itu bukan berarti panpel tidak bekerja,” tegasnya.

Ia pun mengajak suporter untuk memberikan dukungan kepada seluruh elemen yang bekerja di balik layar dan tidak mudah berprasangka negatif ketika muncul kendala dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Tolong jangan saling curiga. Kalau memang cinta sama PSIM, mari jaga bersama-sama. Nilai PSIM itu adalah integritas dan kebaikan,” pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.