Warga Lampung Tengah Lanjutkan Cor Jalan Swadaya, Tetap Tagih Janji Bupati
Reny Fitriani July 21, 2026 06:40 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Warga Kampung Muji Rahayu, Dusun 1, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, terus melanjutkan pengecoran jalan secara swadaya.

Baca Juga: Bawa-bawa Nama Polisi, Pria di Lampung Tengah Raup Rp 12 Juta dari Korban, Kini Diringkus

Meski pembangunan telah berjalan berkat gotong royong masyarakat dan donatur, warga tetap berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah merealisasikan janji bantuan anggaran yang sebelumnya pernah disampaikan.

Koordinator Swadaya Pengecoran Jalan Muji Rahayu, Amar Ma'ruf, mengatakan pengerjaan jalan kini memasuki tahap lanjutan setelah pengecoran sisi kiri sepanjang 105 meter rampung.

"Hari ini warga Muji Rahayu kembali melakukan pengecoran jalan meneruskan pengerjaan sebelumnya. Setelah sebelah kiri selesai sepanjang 105 meter, hari ini kita cor sebelah kanan dengan ketebalan 30 sentimeter. Pengerjaan hari ini kita lakukan 50 meter dulu dan besok dilanjutkan 50 meter lagi," kata Amar, Senin (20/7/2026).

Menurut Amar, seluruh pengerjaan dilakukan menggunakan dana swadaya masyarakat dan sumbangan para donatur.

Hingga saat ini, warga berhasil mengumpulkan sekitar Rp250 juta untuk membangun jalan sepanjang 250 meter dengan lebar 5 meter dan ketebalan 30 sentimeter.

Meski demikian, ia menegaskan aksi swadaya tersebut bukan berarti menghapus harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua donatur yang telah menyisihkan hartanya. Setelah menunggu sekitar satu bulan lamanya untuk mengumpulkan dana, alhamdulillah anggaran sudah cukup. Meski begitu, kami tetap menagih janji Bupati Lampung Tengah yang sebelumnya sempat menjanjikan kucuran anggaran. Pembangunan infrastruktur adalah hak warga yang rutin membayar pajak," tegasnya.

Menurut Amar, pembangunan jalan secara mandiri dilakukan karena warga sudah terlalu lama menunggu kepastian perbaikan infrastruktur.

Kondisi jalan yang rusak dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari sehingga warga memilih bergotong royong menggalang dana agar perbaikan dapat segera dilakukan.

Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Kampung Muji Rahayu sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi melalui dukungan anggaran yang telah dijanjikan.

Gelombang Swadaya Meluas di Lampung Tengah

Aksi gotong royong warga Muji Rahayu ini hanyalah satu dari sekian banyak fenomena kemandirian warga di Kabupaten Lampung Tengah yang resah atas lambatnya respons birokrasi.

Di RT 06 Lingkungan 2, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, warga juga berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga Rp150 juta untuk mengecor Jalan Maulana Yusuf sepanjang 30 meter. 

Konstruksi jalan tersebut dibuat secara mandiri menggunakan spesifikasi beton K-300 setebal 30 cm.

"Kualitas jalan hasil gotong royong kami ini sekelas jalan tol, bisa dibandingkan dengan pekerjaan pemerintah melalui pihak ketiga," tegas Abrizal, tokoh warga setempat, Senin (20/7/2026). 

Jalan tersebut merupakan jalur alternatif vital yang menghubungkan Bandar Jaya ke Celikah, Adijaya, serta akses menuju pondok pesantren.

Kondisi serupa terjadi di Kampung Gedung Harta, Kecamatan Selagai Lingga. Warga menambal jalan sepanjang 3 kilometer yang terbengkalai sejak tahun 2001. 

Lewat donasi uang tunai maupun material dari para petani sawit, terkumpul dana Rp78 juta untuk menambal titik-titik rusak parah yang kerap dilalui truk pengangkut hasil bumi.

Sementara di Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur, warga memperbaiki akses menuju Pasar Punggur dengan bantuan material dari donatur anonim. 

Arif, salah satu warga, menyuarakan kekecewaannya. 

Tidak hanya warga, jajaran kepolisian setempat juga turut turun tangan. Di ruas Punggur–Kota Metro (Kampung Nunggal Rejo), Kapolsek Punggur saat itu, AKP Putu Hartha Jaya Utama, menginisiasi penimbunan jalan berlubang bersama warga dan pelaku usaha guna mencegah kecelakaan. 

Begitu pula di Kampung Sri Bawono, Way Seputih, di mana Polsek Seputih Banyak pimpinan AKP Hairil Rizal menggalang gotong royong membangun jembatan kayu darurat yang putus akibat banjir agar akses sekolah dan ekonomi warga kembali pulih.

"Katanya negara kita demokrasi, dari rakyat untuk rakyat, tapi ternyata hasilnya nol. Warga itu harusnya diutamakan," ungkap Arif.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.