Bupati HSS Tegaskan Komitmen Pembangunan dan Teladan Ulama saat Hadiri Haul Ke-166 Datu Taniran
Ratino Taufik July 21, 2026 08:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Peringatan Haul Ke-166 Ulama Besar Banjar, Al-'Alimul 'Allamah Asy-Syech Muhammad Tayyib bin Mufti Syech Muhammad As'ad atau yang lebih dikenal sebutan Datu Taniran (H. Sa'duddin), dipadati jemaah.

Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti lokasi acara yang dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Syafrudin Noor, SE, S.Sos, didampingi Wakil Bupati, H Suriani, S.Sos, M.AP, serta Sekretaris Daerah  Drs H Muhammad Noor, M.AP. 

Jajaran ulama di antaranya Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus Pengasuh Ponpes Dalam Pagar Kandangan TGH. Ahmad Syairazi, Kepala Kementerian Agama HSS, Ketua MUI HSS, serta para habaib, tuan guru, dan alim ulama terkemuka dari dalam maupun luar Kabupaten HSS turut berhadir di Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Selasa (21/7/2026).

Bupati Syafrudin Noor, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga serta pikiran demi terselenggaranya acara ini.

​"Almarhum telah banyak memberikan ilmu, pengetahuan, dan teladan yang sangat berharga bagi kita semua. Terimakasih dan apresiasi kepada panitia dan pelaksana yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan segala usahanya," kata Bupati.

​Selain menyampaikan pesan keagamaan, Bupati HSS menyampaikan kabar baik terkait komitmen pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. 

Dirinya memaparkan berbagai keberhasilan pembangunan dan program-program unggulan pemerintah daerah yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seraya mengajak seluruh warga untuk merawat dan memanfaatkannya sebaik-baiknya.

Bupati Syafrudin Noor dan Wakil Bupati Suriani berbaur saat peringatan Haul Datu Taniran.
PENUH KEAKRABAN - Bupati Syafrudin Noor dan Wakil Bupati Suriani berbaur saat peringatan Haul Datu Taniran.

​Dalam kesempatan ini seperti biasa dibacakan pula Manaqib (riwayat hidup) almarhum disampaikan oleh Ustadz M. Amin, S.Pd.I, yang merupakan salah satu keturunan Datu Taniran. 

Dalam pembacaan tersebut, diuraikan kembali jejak perjuangan almarhum dalam menyebarkan agama Islam. ​Datu Taniran memiliki nama lengkap Al-'Alimul 'Allamah Asy-Syech Muhammad Tayyib bin Mufti Syech Muhammad As'ad bin Puan Syarifah binti Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan). 

Beliau lahir di Dalam Pagar, Martapura pada tahun 1774 dan wafat pada tahun 1858 di usia sekitar 84 tahun, kemudian dimakamkan di Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, HSS. ​

Sebagai salah satu cicit/buyut dari Ulama Besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, almarhum merupakan bagian dari 5 bersaudara laki-laki yang semuanya adalah ulama besar Banjar. Masing-masing saudara beliau berdakwah dan dimakamkan di Sampit, Pagatan, Balimau, Tenggarong, serta beliau sendiri di Taniran.

​​Puncak acara diisi dengan tausyiah agama oleh TGH Ilham Chumaidi dari Banjarmasin. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti pentingnya keutamaan menjadi orang baik dan saleh semasa hidup.

​"Menjadi orang yang baik dan saleh akan membuat seseorang selalu dikenang dan didoakan banyak orang sampai kapanpun, seperti halnya almarhum Datu Taniran yang hari ini kita peringati bersama," terangnya.

​Beliau juga mengingatkan seluruh jamaah akan pentingnya mendidik anak cucu agar menjadi generasi yang taat beragama. 

“Tak kalah penting bagi kita untuk selalu menjadikan anak dan keturunan kita menjadi orang saleh, karena kesalehan mereka akan membawa aliran keberkahan bagi keturunan-keturunan yang akan datang," tutupnya.

​Acara peringatan haul ke-166 Datu Taniran ini berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh khidmat hingga ditutup dengan doa bersama. 

Walaupun jamaah yang hadir datang berjubel namun mereka tetap tertib menuruti aturan yang telah ditetapkan panitia dan relawan yang setia mengarahkan para jamaah. (AOL)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.