Kebakaran Hutan Jati di Ponorogo Hanguskan 2 Hektare Lahan, Diduga Ulah Manusia
Samsul Arifin July 22, 2026 11:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Kebakaran melanda kawasan hutan jati di petak 62 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Nggangsiran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sampung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (21/7/2026). 

Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan hutan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Petugas Perhutani bersama personel TNI dan Polri berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke area hutan jati yang lebih luas. Kebakaran sempat dinyatakan padam menjelang Magrib, namun api kembali muncul beberapa saat kemudian sehingga proses pemadaman harus dilakukan kembali.

Perhutani menduga kebakaran dipicu oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Dugaan tersebut masih menjadi dasar penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya titik api.

Baca juga: Pledoi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo non Aktif Sugiri Sancoko, Kuasa Hukum Minta Dibebaskan

Api Muncul Sejak Sore Hari

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sampung, BKPH Sampung, Andik Kuswoyo, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan petak 62 RPH Nggangsiran.

“Kemarin sekitar jam 3 sore tanggal 21 Juli, itu ada titik api di seputaran petak 62 RPH Nggangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun,” ungkap Andik Kuswoyo, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, petugas Perhutani langsung melakukan upaya pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan menjelang Magrib.

“Akhirnya kami tinggalkan. Kan sudah padam tuh jelang magrib,” terang Andik kepada TribunJatim.com.

Api Kembali Menyala Usai Magrib

Tak lama setelah petugas meninggalkan lokasi, muncul laporan adanya titik api baru di kawasan yang sama usai salat Magrib.

Perhutani bersama personel Polsek Sampung dan Koramil Sampung kembali diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

“Total kurang lebih 2 hektar lahan hutan yang dilalap api. Tanamannya ini hutan jati ya mbak,” paparnya.

Diduga Dipicu Ulah Manusia

Andik menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan faktor alam, melainkan dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Dugaannya memang ulah manusia yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di kawasan hutan.

Warga Melihat Asap Tebal dari Jalan Raya

Salah seorang warga, Zainul Rohman, mengaku melihat kepulan asap saat melintas dari arah Ponorogo menuju Magetan.

Ia mengatakan asap pekat dan bau terbakar terlihat jelas dari jalan raya sebelum mengetahui bahwa kawasan hutan sedang dilanda kebakaran.

“Ya, tadi asapnya, jalurnya ada asapnya banyak gitu, bau asap. Ternyata hutannya terbakar. Saya enggak tahu ini di petak berapa ya, tapi kalau enggak salah ini masuk wilayah Ponorogo,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.