Hampir 12 Ribu Anak di Sambas Jadi Sasaran Imunasi, dr Ganjar: Siswa Kelas 1-5 Jadi Target
Syahroni July 22, 2026 12:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Satono membuka rapat koordinasi pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa 21 Juli 2026.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas terus mendorong Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kabupaten Sambas agar menjangkau seluruh sasaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. 

Bupati Sambas Satono mengatakan, Pemkab Sambas mendorong agar program BIAS dapat tersampaikan secara luas dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

• CCTV Bongkar Detik-detik Mobil Plat Merah Tabrak Tiang Listrik di Sambas, Begini Nasib 4 Penumpang

Menurutnya, penyampaian informasi yang baik penting untuk memastikan anak-anak usia sekolah mendapatkan pelayanan imunisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan generasi penerus.

Satono mengatakan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target secara administratif, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat memahami manfaat dan pentingnya imunisasi.

Karena itu, menurut dia, berbagai informasi, kajian, serta manfaat yang berkaitan dengan pemberian imunisasi perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Target itu penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Untuk itu, pemerintah harus hadir secara serius,” tegas Bupati Sambas.

Baca juga: Aliansi Masyarakat Jawai Bersatu Geruduk DPRD Sambas, Warga Menjerit Harga Kelapa Merosot Rp1.900

Dia menilai, pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan program imunisasi.

"Dengan informasi yang tepat, orang tua dan masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya imunisasi sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak sekaligus pencegahan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," ungkapnya.

Dia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bergerak bersama dan membangun semangat gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan BIAS di Kabupaten Sambas.

“Mari kita gotong royong menggerakkan semua pihak terkait dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini,” kata Satono.

Dia menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memiliki semangat yang sama untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan, sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan intervensi kesehatan, khususnya dalam pemenuhan imunisasi bagi anak-anak usia sekolah.

Baca juga: Jantung Peradaban Sungai dan Perdagangan: Mengenal Dermaga Sambas, Cek Sejarah, Hingga Akses

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo menjelaskan, Pemkab Sambas menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam memastikan setiap anak sekolah memperoleh layanan imunisasi sesuai sasaran.

"Pelaksanaan imunisasi anak sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang perlu dilaksanakan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pelaksanaan imunisasi tersebut melibatkan empat kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.

Dia mengatakan, kebijakan bersama tersebut menjadi salah satu landasan dalam penguatan upaya kesehatan peserta didik, termasuk pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah.

“Empat kementerian sudah menandatangani dan harus dilaksanakan imunisasi. Itu sejak tahun 2022, dan kami turut menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa imunisasi harus dilaksanakan di semua sekolah,” jelasnya.

Untuk Kabupaten Sambas, kata dia, sasaran program imunisasi mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 5 sekolah dasar dengan jumlah sasaran secara keseluruhan mencapai hampir 12 ribu siswa dan siswi.

"Khusus siswa kelas 5, terdapat lebih dari 5 ribu anak yang menjadi sasaran imunisasi," katanya.

Ganjar menambahkan, cakupan imunisasi ditargetkan mencapai 95 persen sesuai dengan target nasional.

Namun, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, capaian imunisasi di Kabupaten Sambas masih belum mencapai angka tersebut.

"Karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi perhatian bersama. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, sekolah, para guru, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan BIAS dapat berjalan optimal dan seluruh anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh layanan imunisasi," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.