PGSD UNBN Sorong Kampanyekan Sekolah Aman Tanpa Bullying Lewat Pengabdian Masyarakat
Petrus Bolly Lamak July 22, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nani Bili Nusantara (UNBN) Sorong melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Edukasi Anti-Perundungan (Bullying) bagi siswa kelas tinggi di SD Inpres 59 Kabupaten Sorong, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Baca juga: Awali Tahun Ajaran Baru, 1.064 Siswa SMKN 1 Kabupaten Sorong Terima Makan Bergizi Gratis

Ketua Program Studi PGSD UNBN Sorong, Haryo Franky Souisa, mengatakan bahwa kegiatan PKM merupakan kewajiban akademik yang dilaksanakan setiap semester sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Hari ini kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di SD Inpres 59 Kabupaten Sorong. Ini merupakan kegiatan PKM pertama yang dilaksanakan Program Studi PGSD di sekolah tersebut," ujarnya.

Menurut Haryo, tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Edukasi Anti-Perundungan (Bullying), yang difokuskan kepada siswa-siswi kelas tinggi Sekolah Dasar.

Ia menjelaskan, edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya menghargai sesama, menghormati perbedaan, serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

"Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah," katanya.

Dalam pelaksanaannya, siswa-siswi mendapatkan materi edukasi mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta cara mencegah dan menghentikan perilaku bullying di lingkungan sekolah.

Haryo mengungkapkan, para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi selama sesi edukasi berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen bersama, para siswa kemudian menandatangani Deklarasi Anti-Perundungan (bullying) sebagai simbol tekad untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan saling menghargai.

"Melalui deklarasi ini, siswa menyatakan komitmennya untuk tidak melakukan perundungan, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta menyenangkan bagi semua," katanya.

Baca juga: Pendiri SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong Kini Menjabat Wabup, Kisahnya Diungkap di MPLS

Selain kegiatan edukasi, Program Studi PGSD UNBN Sorong juga menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan SD Inpres 59 Kabupaten Sorong.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga berbagai kegiatan akademik dan pengembangan pendidikan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di SD Inpres 59," ujar Haryo.

Baca juga: 396 Siswa Baru Ikuti MPLS Ramah di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, TKJ Jadi Jurusan Favorit

Melalui kegiatan ini, Program Studi PGSD Universitas Nani Bili Nusantara Sorong berharap dapat berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang bebas dari perundungan, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.