TRIBUNTRENDS.COM - Meski telah mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang memastikan dirinya tidak akan sepenuhnya meninggalkan lembaga yang selama ini mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik mengungkapkan dirinya masih mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk ikut mengawasi jalannya lembaga tersebut.
Menurutnya, Presiden bahkan berencana membentuk Dewan Pengawas BGN, dan dirinya diminta mengisi posisi sebagai ketua.
"Saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," kata Nanik.
Dengan posisi tersebut, Nanik mengaku masih dapat ikut memastikan berbagai program strategis BGN tetap berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah.
Baca juga: Intip Isi Rekening Nanik Deyang yang Mundur dari Kepala BGN, Punya 8 Properti hingga Mobil BMW
Nanik juga menjelaskan bahwa keputusan mengundurkan diri sama sekali bukan karena persoalan lain, melainkan murni didorong oleh kondisi kesehatannya.
Ia mengungkapkan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri sehingga merasa tidak mungkin menjalankan tugas sebagai Kepala BGN secara maksimal.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," ujar Nanik dalam akun Facebook pribadinya.
Nanik menegaskan keberangkatannya ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia.
Menurutnya, pengobatan tersebut dilakukan semata-mata untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi dari rekan-rekannya.
Di tengah proses transisi kepemimpinan, Nanik bahkan membocorkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan sosok yang akan menggantikannya.
Yang menarik, Nanik menyebut calon penggantinya sebagai sosok yang sangat dekat dengannya. Bahkan, ia mengaku masih bisa memberikan teguran apabila suatu saat terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden telah menentukan figur yang akan melanjutkan kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional.
Tanpa mengungkap identitas sosok tersebut, Nanik hanya memberikan petunjuk bahwa orang itu merupakan sosok yang sangat dikenalnya.
"Insya Allah pengganti saya adalah 'adik saya', di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," ujar Nanik melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pernyataan tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa figur yang dimaksud akan memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Nanik Deyang Mundur Jadi Kepala BGN di Tengah Evaluasi Program MBG, Minta Maaf ke Prabowo
Nanik mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai keinginannya mundur demi memprioritaskan proses penyembuhan.
Ia mengatakan Presiden memahami kondisinya dan menyetujui pengunduran diri tersebut.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya.
Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tuturnya.
Menurut Nanik, kepercayaan yang masih diberikan Presiden menjadi bentuk tanggung jawab moral agar dirinya tetap dapat memberikan kontribusi terhadap pembenahan Badan Gizi Nasional.
Meski tidak lagi berada di kursi pimpinan BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Ia berharap proses transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional dapat berjalan lancar sehingga berbagai pembenahan yang telah dimulai dapat terus dilanjutkan oleh penerusnya.
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," tegas Nanik.
Baca juga: Kondisi Kesehatan Nanik Deyang yang Mundur dari Kepala BGN, Pamit Sambil Tahan Sakit Jantung
Di tengah pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di berbagai daerah.
Salah satunya berada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah sempat berhenti hampir tiga pekan selama masa libur sekolah, distribusi makanan bergizi kembali dimulai pada Senin (13/7/2026), bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Salah satu dapur MBG yang kembali aktif berada di Dukuh Wonosari, Kelurahan Polokarto.
Sejak dini hari, para petugas telah menyiapkan berbagai menu sebelum kendaraan distribusi mulai mengantarkan paket makanan ke sejumlah sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.
Program tersebut juga menjangkau kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Salah seorang penerima manfaat, Luluk, warga Wonosari yang sedang menyusui, mengaku rutin mengambil paket makanan bergizi di lokasi distribusi.
Menurutnya, pembagian makanan untuk ibu menyusui biasanya dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Ia juga mengaku mulai merasakan perubahan harga sejumlah bahan pangan sejak Program MBG kembali berjalan.
"Kemarin sebelum MBG beroperasi lagi saya mulai nyetok kebutuhan seperti telur dan sebagainya," katanya.
Luluk mengaku sempat khawatir harga kebutuhan pokok kembali naik.
"Karena waktu MBG libur, harga ayam dan telur murah, kalau sekarang udah mulai naik," imbuhnya.
Meski demikian, ia tetap menilai Program Makan Bergizi Gratis sangat membantu keluarganya, baik untuk memenuhi kebutuhan gizi maupun mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.
***