Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, memberikan apresiasi kepada sejumlah petani muda di Desa Kambata Tana, Kecamatan Kambera.
Ia mengatakan, wilayah tersebut memang sudah dikenal sebagai salah satu pemasok hortikultura di Kota Waingapu.
Nicolas mengakui, di Sumba Timur tidak sedikit anak muda yang menjadi penggerak di bidang pertanian. Namun, di tengah realitas itu, pemerintah, kata dia, juga belum maksimal memberikan dukungan bagi mereka.
Oleh karena itu, ia merasa senang ketika ada petani yang mampu berusaha secara mandiri dan berhasil.
Baca juga: Sarjana Ekonomi di Sumba Timur Budidaya Tomat, Raup Keuntungan Puluhan Juta
“Kami sudah sering kasih bantuan. Tetapi ada yang belum tersentuh,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih mengalami keterbatasan anggaran untuk memberikan bantuan kepada petani akibat efisiensi. Sudah begitu, anggaran kementerian juga masih berpusat di bidang pangan.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar bantuan seperti alat dan mesin pertanian dan benih tetap menjangkau petani-petani muda.
“Kami pemerintah juga lagi berusaha untuk membantu, terutama untuk petani-petani milenial. Kami tetap berupaya hadir kepada mereka,” ujarnya.
Nicolas berharap, para petani muda tetap konsisten mengembangkan usaha di bidang hortikultura. Mereka diminta menyusun sistem pengolahan dan pemeliharaan yang baik. Sebab, permintaan terhadap hasil pertanian terus meningkat.
Apalagi ke depan, seluruh kabupaten di Pulau Sumba akan bekerja sama untuk menyuplai kebutuhan pangan agar pasokan tetap terpenuhi.
Guna memastikan harga hasil pertanian tetap stabil, lanjut dia, pemerintah saat ini terus berkolaborasi menjaga keseimbangan inflasi agar petani tidak mengalami kerugian.
“Kami akan jaga keseimbangan harga,” tegasnya.
Nicolas menegaskan, sektor pertanian saat ini memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan, tidak sedikit pengusaha yang mulai beralih ke sektor pertanian karena dinilai lebih menjanjikan di tengah kondisi ekonomi yang naik turun.
Nicolas pun mengajak anak muda lainnya yang belum berani terjun ke sektor pertanian agar mulai mengubah pola pikirnya.
“Anak muda lainnya juga harus bangun mindset untuk bertani. Anak muda harus merancang, kami pemerintah akan berada di belakang untuk mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda harus memiliki kreativitas dan keberanian untuk berinovasi. Modal lanjut dia bukan yang utama, tetapi kemauan.
Jika sudah memiliki potensi dan kesungguhan, pemerintah akan hadir memberikan dukungan. Ia pun mengingatkan agar petani muda berani menciptakan rantai pasoknya di era yang serba terbuka ini. (dim)