Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berencana akan melakukan Retret Merah Putih bagi siswa-siswi yang baru masuk.
Rencana Pelaksanaan Retret Merah Putih
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mengatakan rencana pelaksanaan nantinya di sekolah masing-masing.
"Untuk pelaksanaan di sekolah nanti akan diatur selama 7 jam atau 1 hari 1 malam," ungkap Zulhendri saat ditanya wartawan, Rabu (22/7/2026).
Zulhendri juga mengatakan tidak menutup kemungkinan Retret Merah Putih akan dilakukan selama 3 hari.
Untuk di Kota Bengkulu, selain di sekolah, retret juga akan dilakukan di masjid dengan didampingi guru masing-masing.
"Kemungkinan bisa 3 hari pelaksanaan retret, untuk di Kota Bengkulu selain di sekolah, nanti juga di Masjid sembari didampingi guru masing-masing," jelas Zulhendri.
Retret Merah Putih Bangun Karakter
Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan pentingnya pelaksanaan Retret Merah Putih sebagai upaya membangun karakter, semangat kebangsaan, serta mental juara bagi mahasiswa di Provinsi Bengkulu.
Hal tersebut disampaikan Helmi Hasan saat membuka kegiatan Retret Merah Putih.
Menurutnya, pembinaan karakter bagi generasi muda perlu dilakukan sejak dini agar mereka memiliki pola pikir yang maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Helmi Hasan menyoroti kebiasaan sebagian pelajar yang merayakan kelulusan dengan mencoret-coret seragam sekolah.
Menurutnya, kebiasaan tersebut sebaiknya ditinggalkan karena seragam yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan oleh siswa lain yang membutuhkan.
“Seragam sekolah itu seharusnya bisa diserahkan kepada orang lain yang membutuhkan sehingga manfaatnya lebih besar,” kata Helmi Hasan.
Selain membangun kepedulian sosial, Retret Merah Putih juga diharapkan mampu membentuk pola pikir generasi muda agar memiliki cita-cita besar.
Helmi Hasan mencontohkan keberhasilan atlet-atlet muda dunia yang mampu mengukir prestasi pada usia belia.
Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi bahwa anak-anak Bengkulu juga memiliki peluang yang sama untuk berprestasi.
“Tidak harus menjadi pemain sepak bola. Mereka bisa berprestasi di berbagai bidang sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui Retret Merah Putih, mahasiswa diharapkan kembali memiliki keyakinan bahwa putra-putri Bengkulu tidak kalah dengan generasi muda dari daerah lain maupun negara lain.
Menurut Helmi Hasan, keberhasilan generasi muda juga bergantung pada peran pemerintah dalam memberikan motivasi, pembinaan, dan ruang untuk berkembang.
Konsep Retret Merah Putih
Terkait konsep pembinaan yang diterapkan, Helmi Hasan mengatakan Bengkulu memiliki pendekatan tersendiri melalui Retret Merah Putih.
Ia menegaskan pemerintah tidak membandingkan konsep tersebut dengan daerah lain yang menerapkan pembinaan bergaya semi-militer, namun memilih pendekatan yang sesuai dengan sejarah dan karakter Bengkulu.
“Bengkulu memiliki sejarah besar sebagai daerah yang melahirkan Fatmawati, penjahit Sang Saka Merah Putih yang menjadi simbol lahirnya bangsa Indonesia. Karena itu, kami memiliki konsep sendiri melalui Retret Merah Putih,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, konsep tersebut diyakini menjadi pilihan terbaik untuk menanamkan semangat nasionalisme, kepemimpinan, dan rasa percaya diri kepada mahasiswa di Provinsi Bengkulu.
Helmi Hasan menambahkan, Retret Merah Putih diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, berjiwa nasionalis, serta siap bersaing di berbagai bidang tanpa kehilangan jati diri sebagai putra-putri Bengkulu.