Laporan Wartawan Tribunambon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) secara nasional mencatat sebanyak 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen, stimulus ekonomi dari pemerintah selama libur sekolah 2026.
Jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 96 persen dari target sebanyak 693.690 penumpang dan hanya tersisa 4 persen yang belum terjual.
Sementara itu, untuk wilayah Timur tercatat sebanyak 11.395 penumpang dengan tiga rute pelabuhan terbanyak.
Yakni Banda Neira penumpang mencapai 4.495, disusul Bau-Bau sebanyak 3.724 dan Tual sebanyak 3.176 orang.
Pembelian tiket program ini sejak 6 Juni hingga 15 Agustus 2026, dengan periode keberangkatan 20 Juni sampai dengan 15 Agustus 2026.
Sebanyak 10 Aramada kapal yang dikerahkan untuk melayani progam ini yakni KM Labobar, KM Nggapulu, KM Doloronda, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sirimau, KM Leuser, KM Tatamailau, KM Sangiang, dan KM Pangrango.
Baca juga: Buka Sosialisasi Perda Pajak Daerah, Wagub Maluku Tekankan Penguatan PAD
Baca juga: Latupati Kecamatan Tehoru Soroti Kebutuhan Perda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Maluku Tengah
Kepala Cabang PT. PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, mengatakan progam ini memiliki waktu penjualan tiket lebih lama dibandingkan hari libur perayaraan keagamaan.
"Keistimewaannya kalau ini waktu libur dikasih 57 hari dan hampir dua bulan, sedangkan untuk libur lainnya satu bulan saja," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Pelni Cabang Ambon, Rabu (22/7/2026).
Dijelaskan, antusias masyarkat cukup tinggi mengejar tiket program libur ini.
Saat ini penjualan tiket tersisa 20 hari dengan kuota hanya 4 persen. Ia memperkirakan program tersebut akan selesai sebelum waktunya.
"Untuk waktu selesainya masih lama, kayanya untuk kuota tersisa 4 persen ini akan selesai sebelum waktunya," tambahnya.
Untuk itu bagi masyarakat yang mau melakukan perjalanan, diimbau membeli tiket di dalam periode libur panjang ini.
PELNI juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui kanal penjualan resmi yang telah disediakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari penipuan sekaligus memastikan penumpang memperoleh tiket dengan harga sesuai ketentuan program diskon.(*)