TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Hilirisasi Disiapkan untuk Meningkatkan Nilai Tamb nelayan di Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan.
Melalui strategi hilirisasi, hasil tangkapan yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar akan diolah menjadi produk bernilai tambah sehinggaah Hasil Tangkapan
Langkah besar mulai dipersiapkan para nelayan di Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan. Melalui strategi hilirisasi, hasil tangkapan yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar akan diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memiliki peluang lebih besar menembus pasar ekspor.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan dalam memperkuat ekonomi maritim daerah.
Selain memperluas akses pasar internasional pada 2026, hilirisasi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan yang selama ini masih bergantung pada fluktuasi harga ikan di tingkat lokal.
Selama bertahun-tahun, sebagian besar hasil tangkapan nelayan Lamongan dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Kondisi ini membuat nilai ekonomi produk perikanan belum optimal karena keuntungan lebih banyak dinikmati oleh rantai distribusi setelah nelayan menjual hasil tangkapannya.
Dengan pengolahan pascapanen yang lebih baik, produk perikanan diyakini memiliki daya saing lebih tinggi, umur simpan lebih panjang, dan nilai jual yang meningkat.
Strategi ini juga menjadi peluang bagi kelompok nelayan untuk memperluas pasar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penjualan ikan mentah.
Karena itu, HNSI Lamongan mulai mematangkan berbagai program pendukung, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penguatan fasilitas pengolahan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi produk perikanan Lamongan agar mampu memenuhi standar perdagangan internasional.
Baca juga: Tiba-tiba Hilang Kendali, Truk Box Tabrak Colt Diesel di Solokuro Lamongan, 1 Pengemudi Luka
Ketua HNSI Kabupaten Lamongan, Ma'mun Murod, menegaskan bahwa potensi perikanan daerah harus dioptimalkan lewat pengolahan pascatangkap. Tanpa pengolahan lebih lanjut, nilai ekonomi hasil laut justru lebih banyak dinikmati tengkulak dan pelaku usaha besar. Nelayan kecil hanya kebagian harga jual mentah yang kerap tidak menentu.
"Kami tidak ingin hasil tangkapan nelayan Lamongan terus-menerus dijual mentah. Dengan hilirisasi, produk olahan bernilai tambah tinggi bisa langsung bersaing di pasar ekspor dan mengangkat pendapatan nelayan kecil," ujar Ma'mun Murod di Lamongan, Rabu (22/7/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, HNSI Lamongan telah menyusun sejumlah langkah konkret. Organisasi ini akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan setempat guna memfasilitasi pendirian unit pengolahan ikan berskala kelompok nelayan.
Selain membangun fasilitas pengolahan, HNSI juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas produk. Pasar ekspor mensyaratkan sertifikasi yang ketat, mulai dari aspek keamanan pangan hingga sistem ketelusuran asal produk (traceability). Persyaratan tersebut menjadi faktor penting agar produk olahan nelayan dapat diterima di pasar internasional.
Ma'mun Murod mengungkapkan bahwa pelatihan teknis segera diberikan kepada para nelayan sebagai bagian dari persiapan menuju ekspor. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pengolahan hasil perikanan dan teknik pengemasan sesuai standar internasional.
"Kami sudah menjadwalkan pelatihan pengolahan ikan beku dan teknik pengemasan sesuai standar internasional bersama penyuluh perikanan bulan depan. Ini tahap awal agar produk kita memenuhi spesifikasi yang diminta pasar ekspor," jelasnya.
Kabupaten Lamongan dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Jawa Timur. Garis pantai yang panjang serta produksi ikan yang relatif stabil sepanjang tahun menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar negeri.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat sektor agro-maritim melalui pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas cold storage, serta memberikan kemudahan perizinan bagi kelompok nelayan yang ingin mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan.
Di sisi lain, peluang ekspor dinilai semakin terbuka. Permintaan produk perikanan olahan asal Indonesia, khususnya ikan beku dan berbagai produk bernilai tambah, terus meningkat di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.
HNSI Lamongan optimistis program hilirisasi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan. Meski demikian, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, baik dalam bentuk pendampingan teknis maupun penguatan anggaran daerah agar implementasinya berjalan konsisten.
Menutup pernyataannya, Ma'mun Murod berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi mewujudkan ekonomi maritim yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami optimistis produk perikanan Lamongan mampu bersaing di kancah global. Ini bukan sekadar mimpi, melainkan kerja nyata yang harus kita wujudkan bersama demi nelayan yang lebih sejahtera dan bermartabat," pungkasnya.