Jaga Ekonomi Tembagapura, Tokoh Perempuan Banti Ajak Warga Rawat Keamanan
Marius Frisson Yewun July 22, 2026 05:16 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Roda perekonomian di kawasan pendulangan emas Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bergantung penuh pada stabilitas keamanan wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Perempuan Kampung Waa Banti, Martina Natkime, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperketat penjagaan situasi kondusif di pusat mata pencaharian warga Mimika tersebut.

Menurut Martina, wilayah pendulangan bukan sekadar tempat kerja fisik.

Baca juga: Papua Tengah Gelar Yospan berhadiah Rp130 Juta Guna Perkuat Identitas Budaya

Lokasi tersebut juga merupakan ruang hidup utama bagi ratusan keluarga yang menggantungkan kebutuhan logistik harian mereka.

"Karena itu, keamanan dan ketertiban harus terus kita jaga bersama," ujar Martina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).

Martina memastikan bahwa aktivitas di distrik lingkar tambang tersebut saat ini masih berjalan normal dan aman.

Namun, ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengamanan tidak boleh dibebankan kepada aparat TNI dan Polri saja.

Baca juga: Cara Bertahan di Rantau, Mahasiswa Yalimo Rawat Tradisi Bertani di Manokwari

Para tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan tokoh perempuan wajib terlibat aktif dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

"Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan. Kesadaran masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu aktivitas warga merupakan kunci agar situasi tetap aman dan kondusif," tegas Martina.

Sementara itu menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Martina menyebut bahwa tensi informasi di media sosial juga menjadi sorotan. 

Dirinya pun mengimbau warga agar menyaring setiap kabar secara ketat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu provokatif yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Gedung Sekolah Rakyat Mulai Dibangun di Sentani Barat, Wagub Papua Minta Dukungan Masyarakat Adat

"Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita perkuat komunikasi dan menjaga kebersamaan agar situasi tetap kondusif demi kepentingan masyarakat Tembagapura," tutur Martina.

Lebih lanjut Martina optimistis bahwa wilayah Distrik Tembagapura yang damai akan mempercepat realisasi program pembangunan infrastruktur dari Pemkab Mimika.

Pembangunan yang merata dinilai hanya bisa terwujud jika stabilitas wilayah terjamin dalam jangka panjang.

"Dengan keamanan yang tetap terjaga, pembangunan dapat berjalan optimal, aktivitas masyarakat tetap lancar, dan manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh warga. Mari kita bersama-sama menjaga Tanah Papua, khususnya Tembagapura, agar tetap damai, aman, dan sejahtera," tutup Martina. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.