Renungan Harian Katolik Rabu 22 Juli 2026, “Aku melihat Tuhan”
Edi Hayong July 22, 2026 05:30 PM

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Rabu Pekan XVI– 22 Juli  2026, Pesta Santa Maria Magdalena dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul : “Aku melihat Tuhan”.

Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I :  Kid. 3: 1-4a, Injil:  Yoh. 20: 1.11-18.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini Gereja merayakan pesta Santa Maria Magdalena, murid yang penuh kasih dan kesetiaan.

Ia adalah saksi pertama kebangkitan Kristus, perempuan yang dengan hati hancur mencari Yesus di makam, dan akhirnya bersukacita karena melihat Tuhan yang hidup.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan perjalanan iman dari pencarian, perjumpaan, hingga pewartaan.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan pertama (Kid. 3:1-4a) menggambarkan tentang kerinduan seorang kekasih yang mencari sang pujaan hati di malam hari. Ini melambangkan kerinduan jiwa yang haus akan Allah, tidak tenang sebelum menemukan Dia.

Kerinduan ini bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan cinta yang mendalam, yang membuat seseorang rela berjuang dalam pencarian rohani.

Sedangkan dalam bacaan Injil (Yoh. 20:1.11-18) menceritakan tentang Maria Magdalena yang menangis di makam, lalu berjumpa dengan Yesus yang bangkit. 

Dari kesedihan lahirlah sukacita, dari pencarian lahirlah perjumpaan, dan dari perjumpaan lahirlah perutusan: “Aku telah melihat Tuhan.

Maria Magdalena adalah teladan murid sejati yang tidak berhenti mencari, yang akhirnya melihat Tuhan, dan dengan penuh sukacita mewartakan-Nya kepada orang lain.

Poin refleksi kita atas permenungan ini adalah “Kerinduan yang mendalam”:  Maria Magdalena menunjukkan kerinduan yang tak tergantikan.

Ia mencari Yesus meski gelap dan penuh kesedihan. Kerinduan sejati akan Allah membuat kita tidak berhenti untuk mencari Dia dalam doa, sakramen, dan sesama. “Perjumpaan yang mengubah hidup”:

Saat Yesus memanggil namanya, Maria Magdalena langsung mengenali-Nya. Suara Tuhan yang personal menyentuh hati terdalam.

Perjumpaan dengan Kristus selalu membawa perubahan: dari air mata menjadi sukacita, dari kebingungan menjadi kepastian. “Perutusan sebagai saksi”:  Setelah melihat Tuhan, Maria Magdalena tidak menyimpan pengalaman itu untuk dirinya sendiri.

Ia segera mewartakan kepada para murid: “Aku telah melihat Tuhan.” Iman sejati selalu berbuah dalam kesaksian dan pewartaan.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  sebuah kerinduan spiritual akan selalu membawa kita untuk mencari dan menemukan Tuhan.

Kedua, perjumpaan dengan-Nya akan berdampak pada kita dan mengubah hidup kita. Ketiga, kesaksian tentang-Nya menjadi tugas utama kita sebagai murid Kristus.  Tuhan memberkati kita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.