TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Minat pasar Indonesia terhadap mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kian terlihat seiring menguatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.
DFSK menyatakan telah mengantongi 1.100 surat pemesanan kendaraan untuk SUV medium enam penumpang E5 Plus sejak prebooking mobil ini dibuka pada 23 Juni 2026.
COO PT Sokonindo Automobile Franz Wang mengatakan, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya minat konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi yang tetap menawarkan fleksibilitas untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
"Pencapaian 1.100 pre-booking bahkan sebelum peluncuran resmi menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi yang mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan dan fleksibilitas," ujar Franz di acara peluncuran DFSK E5 Plus di Bengkel Space, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
SUV E5 Plus mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan klaim jarak tempuh hingga 1.400 kilometer dan mode berkendara listrik murni sejauh 140 kilometer berdasarkan standar NEDC.
SUV tiga baris ini juga dibekali berbagai fitur yang menyasar kebutuhan keluarga, seperti kabin lega, rear entertainment, hingga ventilated seat sampai baris kedua.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan, teknologi PHEV dipilih untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan hemat energi tanpa mengorbankan kenyamanan.
"Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Konsumen menginginkan kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman untuk seluruh anggota keluarga serta mampu mendukung berbagai aktivitas, baik di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi Plug-in Hybrid dan konsep NICE Experience, DFSK E5 Plus kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut," ucap Rifin.
Baca juga: DFSK Bidik Pasar Kendaraan Elektrifikasi, Pre-Booking E5 Plus Cuma Rp5.000
Direktur Pelaksana Bisnis Penjualan dan Layanan Ritel Unit Bisnis Luar Negeri DFSK Li Zhe menegaskan, Indonesia merupakan salah satu pasar utama dalam strategi global perusahaan.
"Peluncuran DFSK E5 Plus bukan hanya menghadirkan sebuah produk baru ke pasar, tapi juga merupakan wujud komitmen kuat DFSK untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia serta mendorong terciptanya mobilitas yang berkelanjutan," ujar Li.
Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty menilai, kehadiran model PHEV tersebut memperluas pilihan teknologi kendaraan bagi konsumen sekaligus mendukung percepatan transisi industri otomotif nasional.
"Beragam pilihan teknologi kendaraan bagi masyarakat Indonesia, mulai dari ICE, BEV, hingga yang terkini varian E5 Plus berteknologi Plug-in Hybrid, memberikan pilihan yang semakin luas bagi konsumen, sekaligus mendukung percepatan transisi industri otomotif nasional kita," terang Anton.
Baca juga: Mazda Luncurkan 3 Mobil Baru di GIIAS 2026, Incar 1.500 SPK
Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian Patia Junjungan Monangdo menyatakan, produksi model-model DFSK di Indonesia menjadi kontribusi nyata bagi penguatan manufaktur, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing ekspor nasional.
"Keberhasilan DFSK dalam merakit dan meluncurkan model-model unggulan di Indonesia adalah kontribusi nyata bagi pendalaman manufaktur dalam negeri, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing ekspor kita ke pasar global," ujar Patia.