Info Gunung Merapi Kamis Pagi: Terjadi 5X Guguran Lava ke Arah Kali Krasak
Yoseph Hary W July 23, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi di perbatasan Sleman DI Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meluncurkan 5 kali guguran lava ke arah Kali Krasak, Kamis (23/7/2026) pagi. 

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada periode 00:00 - 06:00 WIB, guguran lava meluncur dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Status level III

Gunung api setinggi 2968 mdpl itu hingga saat ini masih berstatus level III (Siaga) sehingga masyarakat diminta tidak berada di area berpotensi bahaya.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," demikian imbauan otoritas terkait di laman resmi esdm dikutip Tribun Jogja.

Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan yang dilaporkan sumber yang sama, Gunung Merapi juga mengalami 21 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-64 mm dan lama gempa 57.74-176.77 detik; dan 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-38 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 14.36-58.29 detik.

Adapun kondisi cuaca secara klimatologi dilaporkan cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 16.6-17.1°C. Kelembaban 70.1-74 persen. Tekanan udara 875.1-919.3 mmHg.

Lewat pengamatan visual instansi terkait, disebutkan pada Kamis ini Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara.

Rekomendasi

Berikut rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk dipatuhi masyarakat berkaitan dengan potensi bahaya di sekitar Gunung Merapi:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.