Kesaksian Jurnalis Dalam Peristiwa Bentrokan di Gedung DPRD Riau
Sesri July 23, 2026 12:23 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bentrokan di Gedung DPRD Riau menjadi sorotan publik, lembaga DPRD Riau itu sudah meminta maaf kepada masyarakat dan proses kepada dua anggota DPRD Riau dimulai di Badan Kehormatan DPRD Riau.

Seperti apa kronologi menurut saksi mata dalam peristiwa ini, kita membahas peristiwa bentrokan yang terjadi di Gedung DPRD Provinsi Riau pekan lalu.

Bersama kita sudah hadir Bung Riko Syahputra, jurnalis yang menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut.

Tribun: Bung Riko, bisa diceritakan posisi Bung saat kejadian dan bagaimana kronologi awalnya?

Bung Riko: Seperti biasa, Kamis pagi saya bertugas meliput di DPRD Riau. Saat itu ada rapat Badan Anggaran (Banggar) membahas LKPJ APBD Riau tahun 2025 yang dipimpin salah satu Wakil Ketua DPRD Riau dan dihadiri anggota Banggar serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Tribun: Rapat itu dimulai pukul berapa? Dan kapan mulai terjadi ketegangan?

Bung Riko: Rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut informasi yang saya dapat dari dalam ruang rapat, menjelang pukul 12.00 WIB atau sebelum waktu istirahat siang, terjadi adu argumen antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dengan Ketua Komisi V Indra Gunawan Eet.

Tribun: Informasi seperti apa yang Bung dengar mengenai cekcok di dalam ruang rapat?

Bung Riko: Informasi yang saya peroleh, perdebatan sudah menyinggung persoalan pribadi. Suasana semakin panas hingga terdengar ada pemukulan meja. Dari situ ketegangan makin meningkat dan akhirnya rapat diskors.

Tribun: Setelah rapat diskors, apa yang Bung lihat?

Bung Riko: Setelah skorsing, Parisman Ihwan keluar menuju ruang Bapemperda, sedangkan Indra Gunawan Eet menuju ruang Komisi V. Informasinya Eet hendak makan siang.

Tribun: Apakah situasi saat itu sudah mulai memanas di luar ruang rapat?

Bung Riko: Ya, di sekitar ruang Bapemperda terlihat mulai ada sejumlah orang yang diduga merupakan pendukung masing-masing pihak berkumpul di lokasi.

Tribun: Setelah istirahat siang, apa yang terjadi?

Bung Riko: Setelah isoma, Parisman menghubungi Indra Gunawan Eet untuk menanyakan keberadaannya. Latar belakangnya karena saat rapat Banggar keduanya terlibat perdebatan yang cukup sengit sehingga muncul keinginan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Tribun: Ketika Parisman mendatangi ruang Komisi V, apakah tujuannya untuk berkelahi atau menyelesaikan persoalan?

Bung Riko: Sepengetahuan saya, tujuannya ingin menyelesaikan persoalan dengan baik-baik. Sebelumnya beliau juga sempat menghubungi Eet untuk menanyakan keberadaannya.

Tribun: Apakah saat itu Indra Gunawan Eet berada di ruang Komisi V?

Bung Riko: Informasi yang saya dapat, saat itu Eet tidak berada di ruang Komisi V. Namun Parisman tetap masuk ke ruangan tersebut untuk memastikan keberadaan Eet dengan harapan persoalan tidak berlarut-larut.

Tribun: Setelah dari Komisi V, apa lagi yang Bung Riko lihat?

Bung Riko: Setelah dari Komisi V, karena Pak Rizman Irwan tidak bertemu dengan Eet, akhirnya beliau kembali ke ruang Badan Anggaran (Banggar). Tujuannya untuk memenuhi kuorum agar rapat Banggar bisa dimulai.

Tribun: Berarti rapatnya tetap dilanjutkan?

Bung Riko: Iya, rapat dilanjutkan. Peserta rapat masih sama, terdiri dari beberapa anggota DPRD dan perwakilan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rapat juga masih dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan.

Tribun: Rapat dimulai setelah salat Zuhur? Apa yang Bung Riko lihat saat rapat berlangsung?

Bung Riko: Setelah rapat dimulai, datang beberapa orang yang diduga pendukung salah satu pihak yang bertikai. Mereka merupakan oknum dari luar DPRD yang selama ini tidak pernah saya lihat berada di gedung DPRD.

Tribun: Berapa orang yang Bung Riko lihat saat itu?

Bung Riko: Sekitar belasan orang.

Tribun: Bisa digambarkan seperti apa mereka?

Bung Riko: Ada yang bertubuh kekar dan berisi, ada juga yang berambut panjang. Sekitar pukul 13.30 WIB mereka sudah berkumpul di Gedung DPRD, sementara rapat Banggar di ruang medium masih terus berlangsung.

Tribun: Sampai pukul berapa rapat berlangsung?

Bung Riko: Sekitar pukul 15.00 WIB rapat selesai.

Tribun: Apa yang terjadi setelah rapat selesai?

Bung Riko: Eet yang sebelumnya tidak mengikuti rapat baru datang setelah rapat selesai. Dia langsung masuk ke ruang medium tempat rapat Banggar, diikuti beberapa orang yang saya tidak tahu apakah pendukung atau bukan.

Tribun: Apa yang terjadi ketika Indra Gunawan Eet dan Parisman Ihwan bertemu di dalam ruangan?

Bung Riko: Saat Eet masuk, Parisman sudah berdiri. Eet kemudian menantang Parisman. Kalimat yang saya dengar, "Jadi gimana, mau main kita? Jadi gimana, kita selesaikan di luar."

Tribun: Apa yang terjadi setelah ucapan itu?

Bung Riko: Setelah kalimat itu keluar, petugas keamanan langsung datang untuk melerai kedua belah pihak.

Tribun: Bagaimana reaksi anggota DPRD yang ada di ruangan?

Bung Riko: Ada beberapa anggota dewan yang maju untuk menenangkan kedua pihak agar tidak terjadi bentrokan atau adu fisik.

Tribun: Lalu bagaimana situasinya?

Bung Riko: Situasi mulai memanas karena diduga beberapa orang yang tadi berada di luar ikut masuk ke ruang rapat. Suasana semakin panas, banyak yang berteriak, sementara petugas keamanan terus berusaha melerai agar tidak terjadi perkelahian.

Tribun: Setelah itu apa yang terjadi?

Bung Riko: Kedua pihak akhirnya keluar dari ruang Banggar menuju lobi DPRD.

Tribun: Saat itu posisi Bung Riko di mana?

Bung Riko: Saya sudah berada di luar ruangan.

Tribun: Apa yang Bung Riko lihat di lobi DPRD?

Bung Riko: Saat itu belum terjadi kontak fisik. Namun, diduga pendukung dari masing-masing pihak sudah berada di lobi. Di situlah mulai terjadi adu cekcok antara petugas keamanan dengan para pendukung kedua belah pihak. Dari situlah kericuhan mulai terjadi.

Tribun: Setelah Parisman Ihwan datang ke lobi, apa yang Bung Riko lihat?

Bung Riko: Saat itu saya melihat Parisman Ihwan berupaya menenangkan situasi. Ada beberapa oknum yang diduga hendak memulai bentrokan, namun sempat dilerai oleh Parisman dengan tangan kanannya. Sayangnya, situasi sudah tidak terkendali dan akhirnya bentrokan pun pecah.

Tribun: Berarti suasana saat itu sudah benar-benar chaos?

Bung Riko: Ya, suasananya sudah sangat chaos.

Tribun: Pada saat di lobi, apakah Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet sama-sama berusaha melerai?

Bung Riko: Ya. Yang saya lihat, Parisman berusaha menahan orang-orang yang diduga pendukungnya. Indra Gunawan Eet juga melakukan hal yang sama terhadap orang-orang di pihaknya. Namun kondisi sudah terlanjur memanas.

Tribun: Seperti apa situasi bentrokan di lobi saat itu? Berapa lama berlangsung?

Bung Riko: Kalau saya perkirakan sekitar dua menit. Pendukung dari kedua belah pihak saling baku hantam dan saling pukul. Bahkan asbak rokok berbahan aluminium berukuran besar juga sempat dilempar ke arah kubu lawan.

Tribun: Jadi asbak rokok itu benar-benar digunakan untuk melempar?

Bung Riko: Betul. Akibatnya, salah seorang petugas keamanan atau security yang berusaha melerai justru mengalami luka di bagian kepala karena terkena benturan asbak tersebut.

Tribun: Bagaimana dengan pengamanan saat itu? Apakah ada upaya dari security atau pegawai sekretariat untuk melerai?

Bung Riko: Itu yang sangat disayangkan. Cukup banyak petugas keamanan yang berada di lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut, tetapi mereka tidak mampu menghentikan aksi baku hantam yang terjadi.

Tribun: Saat bentrokan berlangsung, di mana posisi Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet?

Bung Riko: Yang saya lihat, keduanya tidak ikut terlibat langsung dalam aksi saling pukul. Mereka berada di pinggir dan diamankan agar tidak terkena pukulan dari massa yang bertikai.

Tribun: Lalu apa yang akhirnya membuat bentrokan itu berhenti?

Bung Riko: Menurut saya, ada salah seorang anggota DPRD Riau yang akhirnya bersuara lantang karena sudah tidak tahan melihat kondisi tersebut.

Tribun: Siapa anggota DPRD yang dimaksud?

Bung Riko: Ketua Fraksi Gerindra, Ginda Burnama. Beliau berteriak keras meminta semua orang menghentikan keributan dan membubarkan diri.

Tribun: Apa yang beliau sampaikan saat itu?

Bung Riko: Intinya beliau berteriak agar semua keluar dan membubarkan diri. Beliau juga mengingatkan bahwa ini adalah lembaga DPRD dan tidak boleh ada kerusuhan di tempat tersebut.

Tribun: Setelah itu apa yang terjadi?

Bung Riko: Massa dari kedua kubu akhirnya membubarkan diri melalui pintu yang berbeda. Sementara korban yang mengalami luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Informasinya ada yang mengalami luka sobek hingga harus mendapatkan jahitan.

Tribun: Setelah bentrokan yang kemudian viral itu, bagaimana situasi di DPRD Riau? Apa yang Bung Riko lihat setelah kejadian?

Bung Riko: Setelah bentrokan mereda, situasi di DPRD mulai kembali kondusif. Namun suasana masih sangat tegang karena banyak pihak yang membicarakan kejadian tersebut dan sejumlah anggota DPRD maupun pegawai masih terlihat berada di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Tribun: Setelah bentrokan berakhir, bagaimana kondisi di Gedung DPRD Riau?

Bung Riko: Setelah bentrokan selesai, suasana di DPRD memang terlihat mencekam. Di lokasi tampak sampah berserakan, botol dan gelas air minum bertebaran akibat kericuhan yang terjadi.

Tribun: Kapan aparat kepolisian datang ke lokasi?

Bung Riko: Yang saya lihat, polisi baru datang setelah bentrokan selesai dan massa sudah membubarkan diri.

Tribun: Berarti saat bentrokan berlangsung belum ada polisi di lokasi?

Bung Riko: Betul. Saat bentrokan terjadi saya tidak melihat ada aparat kepolisian di lokasi. Polisi datang setelah situasi mulai kondusif.

Tribun: Bagaimana reaksi dari anggota DPRD maupun pihak Sekretariat DPRD setelah peristiwa tersebut?

Bung Riko: Dari keterangan pihak Sekretariat DPRD, mereka menilai perdebatan dalam rapat Banggar merupakan hal yang wajar. Namun mereka berharap perdebatan itu tidak sampai berujung pada bentrokan fisik seperti yang terjadi.

Tribun: Peristiwa ini juga ramai menjadi perbincangan di media sosial dan menuai banyak kritik. Bagaimana respons Ketua DPRD Riau?

Bung Riko: Sehari setelah kejadian, tepatnya pada Jumat, Ketua DPRD Riau bersama pimpinan fraksi menggelar konferensi pers. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang terjadi karena dinilai telah mencoreng citra lembaga DPRD dan menjadi sorotan luas di media sosial.

Tribun: Selain menyampaikan permohonan maaf, apakah ada langkah yang akan diambil?

Bung Riko: Ya. Pimpinan dan ketua DPRD menyampaikan bahwa peristiwa tersebut akan diproses dan dilaporkan kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.

Tribun: Kini sudah beberapa hari setelah kejadian. Sebagai wartawan yang setiap hari bertugas di DPRD Riau, apakah Bung Riko masih melihat Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet hadir di kantor DPRD?

Bung Riko: Berdasarkan pantauan saya, sejak peristiwa itu terjadi hingga beberapa hari setelahnya, saya belum melihat baik Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet hadir di Gedung DPRD Riau.

(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.