Tak Diberi Uang Rp 15 Juta untuk Angsur Motor, Anak Bakar Rumah Ortu di Yogyakarta, Polisi Terluka
ninda iswara July 23, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang pria berinisial MN (32) nekat membakar rumah orang tuanya di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Aksi nekat ini dipicu rasa kesal karena tak diberi uang.

MN meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada orangtuanya untuk membayar angsuran motor.

Diminta menunggu untuk dapatkan uang Rp 15 juta, MN kesal hingga membakar rumah orangtuanya pada Rabu (22/7/2026).

Peristiwa kebakaran rumah tersebut pertama kali diketahui setelah Polsek Kasihan menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.00 WIB.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas piket dari berbagai fungsi langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mengumpulkan keterangan terkait kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa insiden itu dipicu oleh persoalan yang terjadi di lingkungan keluarga.

"Peristiwa ini berawal dari adanya persoalan di dalam keluarga. Pelaku meminta uang kepada orang tuanya sebesar Rp 15 juta untuk mengambil sepeda motor dan membayar angsuran,” ucap Rita Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Terkunci di Mobil yang Parkir di Jalan Yogyakarta, Lansia Asal Demak Lemas, Berhasil Diselamatkan

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (pixabay)

Sempat Bertengkar Sebelum Bakar Rumah

Ketegangan di dalam keluarga memuncak setelah pelaku diduga tidak sabar menunggu orang tuanya mencarikan uang sesuai permintaannya.

Meski pihak keluarga telah menyatakan kesanggupan untuk memenuhi permintaan tersebut, perselisihan tetap tak terhindarkan hingga berujung pada aksi nekat membakar rumah.

“Akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran," kata Rita.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi itu bukan dilakukan secara spontan.

Rita mengungkapkan, pelaku telah memiliki rencana untuk membakar rumah sejak sehari sebelumnya dengan menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite.

"Dari keterangan para saksi diketahui bahwa sejak sehari sebelumnya pelaku sudah memiliki niat membakar rumah menggunakan BBM jenis Pertalite, tetapi saat itu tidak jadi dilakukan,” beber dia.

Upaya mencegah situasi semakin memanas sebenarnya telah dilakukan. Sekitar pukul 19.30 WIB, warga bersama perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi untuk menenangkan pelaku melalui pendekatan persuasif.

Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

"Pada sekitar pukul 20.30 WIB pelaku kemudian menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya."

Api yang mulai membesar langsung memicu respons cepat dari warga dan aparat.

"Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," jelasnya.

Baca juga: PT Porto Karanganyar Kebakaran, Kerugian Tembus Rp10 Miliar, Operasional Lumpuh Total

Satu Polisi Terluka, Kerugian Diperkirakan Rp 5 Juta

Dalam proses pemadaman, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki akibat bersentuhan langsung dengan kobaran api.

"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berkat respons cepat warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas," katanya.

Sementara itu, pelaku berinisial MN (32) juga mengalami luka bakar di bagian kaki bawah dan punggung.

Setelah berhasil dievakuasi warga dari lokasi kejadian, ia kemudian dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan medis.

Kebakaran yang terjadi di dalam kamar tersebut menyebabkan sejumlah barang mengalami kerusakan.

Barang yang terdampak meliputi kasur, bantal, pakaian, jendela, hingga kursi busa.

Akibat kejadian itu, total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta.

Rita menyampaikan, berdasarkan informasi dari warga dan keluarga, pelaku diketahui memiliki persoalan keluarga yang sudah berlangsung cukup lama.

Permasalahan tersebut diduga menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan kondisi pelaku sebelum kejadian berlangsung.

"Dari hasil pendalaman sementara, pelaku memang memiliki riwayat persoalan keluarga dan beberapa kali sudah diperingatkan oleh warga karena dinilai sering membuat keresahan di lingkungan sekitar."

Sebelumnya, warga juga disebut telah memberikan teguran karena perilaku pelaku dinilai meresahkan lingkungan.

Namun, penyebab pasti dan rangkaian lengkap peristiwa tersebut masih terus didalami oleh pihak berwenang.

Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta dalam kejadian tersebut.

"Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Rita.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.