Buaya Mangsa Manusia Masih Dicari, BPBD Pasangkayu Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Sungai
Abd Rahman July 23, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya di sejumlah sungai dan kawasan muara.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul belum ditemukannya buaya yang diduga menerkam Ramasa, warga Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengatakan masyarakat diminta tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, muara maupun wilayah pesisir yang menjadi habitat alami buaya.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Hakikat Sebuah Cinta - Iklim, Lagu Slow Rock Malaysia

Baca juga: Polres Mateng Tangani 8 Kasus Kekerasan Anak, Terbanyak Kekerasan Seskual

"Kalau memang tidak terlalu penting, sebaiknya aktivitas di lokasi tersebut dikurangi terlebih dahulu," ujar Arhamuddin saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, ancaman buaya bukan hanya terjadi di Kecamatan Tikke Raya.

Belum lama ini, kata dia, juga terjadi peristiwa serupa di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, yang menunjukkan potensi konflik antara manusia dan buaya masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Pasangkayu.

"Kejadian ini bukan hanya terjadi di Tikke Raya. Di Desa Pangiang juga baru-baru ini terjadi kasus terkaman buaya. Artinya, masyarakat di daerah yang memiliki sungai atau muara harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Arhamuddin meminta masyarakat, khususnya nelayan, pencari kerang, pencari kepiting, hingga petani yang berkebun di sekitar bantaran sungai agar mengurangi aktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya, terutama jika dilakukan seorang diri.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan.

"Yang paling kami khawatirkan adalah anak-anak. Kami minta orang tua mengurangi bahkan melarang sementara anak-anak bermain atau mandi di sungai, apalagi tanpa pengawasan orang dewasa," ujarnya.

Selain itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di sungai maupun muara pada waktu-waktu yang dinilai rawan, yakni mulai sore hari hingga menjelang subuh.

Menurut Arhamuddin, berdasarkan pengalaman dari sejumlah kejadian yang pernah terjadi, serangan buaya lebih sering terjadi pada rentang waktu tersebut.

"Kalau bisa hindari aktivitas di sungai mulai sore hingga subuh. Dari pengalaman beberapa kejadian, waktu-waktu itu cukup rawan karena buaya lebih aktif mencari makan," jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tetap harus berhati-hati pada siang hari karena kemunculan buaya tidak dapat diprediksi.

"Kewaspadaan harus tetap dijaga kapan pun. Jangan menganggap siang hari aman karena buaya bisa saja muncul sewaktu-waktu," katanya.

Arhamuddin juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau memancing buaya apabila melihat satwa tersebut muncul di sungai maupun muara.

Sebaliknya, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan melaporkan keberadaan buaya kepada pemerintah desa, BPBD, BKSDA, atau pihak terkait agar dapat segera dilakukan penanganan.

Ia berharap seluruh masyarakat mematuhi imbauan tersebut hingga situasi dinyatakan aman, terlebih buaya yang diduga menerkam Ramasa di Dusun Tikke Muara hingga kini masih dalam pencarian oleh tim pemerhati satwa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.