RSUD Sepaku PPU Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur untuk Layanan Kesehatan IKN
Samir Paturusi July 23, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku, Penajam Paser Utara terus berbenah, untuk menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengembangan fasilitas dan penambahan layanan, dilakukan agar masyarakat tak lagi bergantung pada rumah sakit di Penajam maupun Balikpapan.

Perubahan paling mencolok terlihat dari hadirnya gedung pelayanan baru empat lantai, yang akan menambah kapasitas rumah sakit dari 50 menjadi 120 tempat tidur.

Gedung tersebut juga dilengkapi ruang operasi tambahan, ruang perawatan intensif, hingga ruang rawat inap dengan berbagai kelas pelayanan.

Direktur RSUD Sepaku, dr. Eka Wardhana, mengatakan pengembangan rumah sakit dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, di Kecamatan Sepaku yang terus berkembang.

Baca juga: Gedung Empat Lantai RSUD Sepaku di PPU Kaltim Diresmikan, Pembangunannya Telan Rp71 Miliar

"Berbagai fasilitas kesehatan terus kami lengkapi untuk menunjang pelayanan yang lebih optimal, seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat di kawasan Sepaku dan sekitarnya," ungkapnya Kamis (23/7/2026).

Saat ini RSUD Sepaku melayani sekitar 350 hingga 400 kunjungan pasien setiap bulan, dengan dukungan 107 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

Rumah sakit juga telah memiliki layanan dokter spesialis penyakit dalam, kandungan, anak, radiologi, dan patologi klinik sehingga sebagian pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.

Kedepan, rumah sakit menargetkan membuka layanan hemodialisa, kesehatan mata, hingga Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Bahkan, Kementerian Kesehatan merencanakan RSUD Sepaku menjadi trauma center di kawasan IKN, yang mampu menangani pasien kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, maupun kasus luka bakar.

Meski fasilitas terus bertambah, pengoperasian gedung baru belum sepenuhnya berjalan.

Salah satu kendalanya adalah, kebutuhan peningkatan daya listrik dan penyediaan genset agar ruang operasi baru dapat difungsikan secara maksimal.

"Alhamdulillah, Bapak Bupati telah menyetujui penambahan anggaran untuk peningkatan daya listrik 550 KVA dan pengadaan genset sebagai penunjang operasional rumah sakit," ujar Eka.

Selain itu, rumah sakit masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis tetap.

Dari kebutuhan minimal empat dokter spesialis ASN, saat ini baru tersedia dua orang, yakni spesialis penyakit dalam dan spesialis kandungan.

Sementara dokter spesialis lainnya, masih berstatus tenaga kontrak.

Di sisi lain, perubahan layanan mulai dirasakan masyarakat.

Sumiati, warga Sepaku, mengaku pelayanan selama lima hari menjalani perawatan di RSUD Sepaku membuatnya merasa nyaman.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit di Sepaku mempersingkat akses layanan, yang sebelumnya harus ditempuh hingga Balikpapan.

Baca juga: Respons Anggota DPRD PPU soal Fasilitas RSUD Sepaku Penajam Paser Utara

"Perawat dan dokternya baik, sabar, serta telaten. Dulu kalau dirujuk ke Balikpapan perjalanannya jauh, sekarang lebih dekat. Pelayanannya juga baik sehingga rasanya lebih cepat sembuh," tuturnya.

Dengan pengembangan yang masih berlangsung, RSUD Sepaku diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di wilayah PPU.

Kehadirannya tidak hanya mendekatkan akses layanan bagi warga Sepaku, tetapi juga dipersiapkan untuk menopang kebutuhan pelayanan kesehatan di kawasan IKN yang terus berkembang. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.