Jakarta (ANTARA) - Kegiatan belajar dan mengajar (KBM) 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, dipastikan tetap berjalan lancar dan optimal dengan menerapkan sistem pergantian jam (shift) setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan.

​Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kenhayati Dwi Rahmini, menyampaikan saat ini seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 menumpang di gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11.

​"Kami bekerja sama dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Semua siswa terfasilitasi dengan baik, pembelajaran berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB," kata Kenhayati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penyesuaian jam belajar tersebut telah diperhitungkan secara matang agar jam pembelajaran siswa tetap terpenuhi sesuai standar. "Adapun untuk kegiatan ekstrakurikuler disiasati dengan mengambil waktu lebih awal di pagi hari," katanya.

Insiden kerusakan bangunan sekolah terjadi pada akhir 2024, bertepatan dengan momen libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Informasi awal didapat dari penjaga sekolah, sehingga pihak sekolah segera memindahkan KBM dan memastikan tidak ada siswa yang terdampak langsung.

​Terkait penyebab pasti kerusakan bangunan maupun rencana penggabungan (regrouping) dan anggaran perbaikan gedung, Kenhayati menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

​"Kalau penyebabnya ada tim sendiri yang menganalisis secara teknis. Pihak sekolah hanya fokus kepada proses pembelajaran siswa saja agar tidak terhambat dan prestasinya tetap meningkat," ujarnya.

​Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah memberikan perhatian khusus terkait kondisi ini. Wali Kota Jakarta Selatan juga telah meninjau langsung ketersediaan ruang kelas yang digunakan sementara oleh para siswa.

​Di samping kegiatan belajar, Kenhayati juga memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa tetap terdistribusi dengan baik setiap harinya.

​"MBG datang sekitar pukul 11.00 sampai 12.00 WIB. Siswa menyantap makanan MBG tersebut pada pukul 12.30 WIB sebelum masuk kelas, jadi semuanya sudah terfasilitasi," tutur Kenhayati.