Pendukung Manchester United Kecam Klub atas Pembatasan Tiket Musiman
Budi Santoso July 23, 2026 05:12 PM

Manchester United kembali menghadapi gelombang kritik dari para pendukungnya setelah kampanye yang bertujuan menindak praktik calo tiket menyebabkan ribuan akun penggemar ditangguhkan dan menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan tiket musiman mereka.

Klub tersebut baru-baru ini meningkatkan upaya untuk menghentikan penjualan kembali tiket pertandingan secara ilegal, dengan mengirimkan email peringatan kepada para pendukung yang akunnya terdeteksi bermasalah selama penyelidikan.

Beberapa penggemar diberi tahu bahwa akun mereka telah ditangguhkan, sementara yang lain menerima peringatan bahwa mereka bisa kehilangan tiket musiman mereka sebelum dimulainya kompetisi Liga Premier 2026/27 jika pelanggaran terbukti.

Meskipun banyak pendukung sepakat bahwa praktik calo tiket adalah masalah serius yang perlu ditangani, semakin banyak yang menilai pendekatan klub kali ini terlalu berlebihan.

Banyak dari mereka mengklaim bahwa para penggemar setia turut terjebak dalam proses ini tanpa diberi kesempatan yang adil untuk menjelaskan situasi mereka.

Kekhawatiran tersebut telah menyatukan sejumlah organisasi pendukung, termasuk Manchester United Supporters’ Trust (MUST), The 1958, The Red Army, puluhan klub pendukung resmi, serta publikasi penggemar lama seperti Red News dan United We Stand.

Bersama-sama, mereka menyerukan agar klub menangguhkan sementara proses penangguhan akun yang sedang berlangsung dan meninjau kembali cara penyelidikan dilakukan.

Dalam pernyataan bersama, kelompok-kelompok tersebut menegaskan bahwa para pendukung lama tidak seharusnya diperlakukan seperti tersangka tanpa bukti yang jelas atau kesempatan untuk membela diri.

“Para pendukung setia yang telah mengikuti Manchester United selama beberapa dekade, bahkan lintas generasi dalam satu keluarga, tidak seharusnya merasa diperlakukan sebagai tersangka tanpa bukti nyata, proses yang adil, atau kesempatan yang berarti untuk menanggapi tuduhan terhadap mereka,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

“Pendekatan saat ini telah menciptakan persepsi yang berkembang di kalangan pendukung bahwa klub menerapkan kebijakan ‘larang dulu, baru bertanya kemudian’. Cara seperti ini tidak membangun kepercayaan dan tidak sejalan dengan standar keadilan yang seharusnya diterapkan terhadap penggemar setia klub.”

“Penyelidikan seharusnya dilakukan untuk memastikan fakta terlebih dahulu sebelum sanksi dijatuhkan, terutama ketika konsekuensinya bisa berupa kehilangan tiket musiman dan hubungan dengan klub yang telah terjalin selama bertahun-tahun.”

Manchester United juga menghadapi kritik karena mengurangi potongan harga bagi pendukung lanjut usia, yang menurut banyak pihak membuat kehadiran di stadion menjadi kurang terjangkau.

Selain itu, muncul pula keluhan mengenai kenaikan harga tiket yang membuat biaya pertandingan semakin memberatkan bagi para pendukung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.