Cerita PKL di Jalan MA Salmun Kota Bogor, Lebih dari 40 Tahun Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Ardhi Sanjaya July 23, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan MA Salmun rupanya sebagian dari mereka merupakan PKL yang sudah puluhan tahun menggelar lapak di sana.

Salah satunya, Pak Iim (64), yang menggelar lapak di bahu trotoar.

Lapaknya dan juga para PKL lain dibuat mepet ke pagar trotoar agar pejalan kaki setidaknya tetap bisa melintas.

Para PKL ini mengandalkan para warga yang ramai berlalu lalang ke Pasar Anyar.

Iim mengaku sudah jualan di kawasan Jalan MA Salmun sejak tahun 1980-an.

Dia masih ingat, petugas yang sering melakukan penertiban PKL zaman dulu disebut PK.

"Dari tahun 1980-an, dari masih bujangan," kata kata Iim kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (23/7/2026).

"Dari zaman masih PK, petugas Pol PP zaman dulu," imbuhnya.

Sebutan PK ini diduga merupakan sebutan masyarakat dulu untuk petugas Pagar Praja atau Prajaka yang kini namanya sudah berubah menjadi Satpol PP.

Dia mengatkan bahwa dia dan rekan-rekannya sudah sering kucing-kucingan.

Iim juga mengaku sadar seharusnya dia tak boleh jualan di trotoar itu, namun karena kebutuhan dia tetap berjualan meski kucing-kucingan.

"Kalau mereka (Satpol PP) udah pergi, baru kita buka lagi," kata Iim.

Hal itu terus dia lakoni hingga punya anak lima dan tiga orang cucu.

Namun pendapatannya memang menurut dia tak menentu.

"Saya juga dibantu istri, kalau dagang begini mah kan pas lagi sepi, sepi. Pas ada, ada. Kalau pas aman, aman. Kalau ada razia, ya mau gak mau," katanya.

"Modal sabar aja, kalau udah diusir, udah waktunya berarti diusir. imbuhnya.

Iim mengatakan, dulu di Jalan MA Salmun tidak banyak PKL seperti sekarang.

Dulu di kawasan itu lebih banyak PKL pedagang loak, namun kini bertambah oleh PKL sayuran, buah-buahan, perabotan dan lain-lain.

"Dulu mah banyaknya tukang loak, belum ada tukang sayur dulu mah," kata Emul (54), rekan Iim sesama PKL menambahkan.

Dia mengatakan bahwa jika para PKL di Jalan MA Salmun ini ditertibkan, dia berharap ada lokasi agar tetap bisa berjualan.

Karena kebutuhan itu lah Iim dan kawan-kawan nekat kucing-kucingan dengan Satpol PP.

"Kalau diusir ya wajar namanya juga jualan di tempat gini. Tapu harapan kita mah bisa tetep jualan, karena kan kita juga butuh makan, dapur kudu ngebul," ungkap Emul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.