191 Lembaga PAUD Berdiri di Bulungan, Pemkab Kejar Pemerataan hingga Seluruh Desa
Junisah July 23, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN- Pemkab Bulungan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) terus mendorong pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke seluruh desa. 

Upaya tersebut dilakukan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengikuti pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, sekaligus mendukung program penuntasan wajib belajar 13 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan Suparmin menyampaikan, pendidikan PAUD memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki sekolah dasar.

Menurut Suparmin, Pemkab Bulungan terus mengimbau agar anak mengikuti pendidikan PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD.

Baca juga: PAUD Setahun Dinilai Perlu, Imunisasi Dasar Lengkap untuk Penopang Tumbuh Kembang Anak

"Pendidikan PAUD memang sangat penting. Sebelum masuk SD paling tidak anak sudah PAUD setahun, tentunya ini imbauan dan anjuran," ujar Suparmin kepada TribunKaltara.com, Kamis (23/7/2026).

Suparmin mengatakan, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab menuntaskan program pendidikan pra-SD selama satu tahun dan saat ini terus berupaya merealisasikannya.

"Pemerintah daerah juga punya kewajiban untuk penuntasan pra sekolah SD satu tahun dan kita sedang mengupayakan untuk melaksanakan itu," katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak anak di Kabupaten Bulungan yang langsung masuk SD tanpa pernah mengenyam pendidikan PAUD. 

Kondisi tersebut terjadi karena masih terdapat sejumlah desa yang belum memiliki lembaga PAUD, baik dalam bentuk Taman Kanak-kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB).

"Sejauh ini memang masih banyak anak-anak kita yang masuk SD tanpa PAUD karena masih ada di daerah-daerah tertentu yang belum ada lembaga PAUD termasuk TK dan KB. Tentu itu juga tetap harus kita akomodir untuk bisa masuk SD, karena untuk masuk SD itu tidak diwajibkan harus lulus TK atau PAUD," jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan Guru PAUD, Bunda PAUD Nunukan Usulkan Program Beasiswa dan Bedah Rumah

Menurut Suparmin, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah agar seluruh anak tetap memperoleh hak pendidikan meskipun sarana pendidikan usia dini di wilayahnya belum tersedia.

"Dan ini juga supaya bisa mengakomodir anak-anak yang masuk SD di daerah-daerah yang belum punya sarana prasarana lembaga PAUD," tuturnya.

Ia menambahkan, Disdikbud terus berupaya menghadirkan lembaga PAUD di seluruh desa sebagai bagian dari pemerataan pendidikan di Kabupaten Bulungan.

"Tapi kita tetap berusaha semua desa punya lembaga PAUD apakah itu bentuk KB, TK dan sebagainya. Kita harus berupaya karena pemerataan pendidikan, harus kita ada program penuntasan anak-anak kita yang lulus PAUD dan itu kewajiban pemerintah daerah," tambahnya.

Suparmin menegaskan, pendidikan usia dini menjadi fase yang sangat penting karena merupakan masa emas atau golden age dalam perkembangan anak.

"Apalagi PAUD ini sangat penting untuk anak-anak karena di usia itu adalah golden age mereka. Jangan sampai anak-anak kita salah didik, salah asuh dan salah asih, terutama pembentukan karakter itu yang penting," tegasnya.

Ia menyebut, tantangan terbesar saat ini masih terletak pada pemerataan layanan PAUD hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Bulungan.

"Tantangan saat ini memang pemerataan PAUD, dan kita juga butuh keterlibatan masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam pendidikan anak usia dini," sebutnya.

Untuk diketahui, saat ini Kabupaten Bulungan memiliki 191 lembaga PAUD yang tersebar di beberapa wilayah. 

Namun, masih terdapat beberapa desa yang belum memiliki fasilitas pendidikan anak usia dini sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus melengkapi layanan pendidikan tersebut.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.