Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, Tiga Desa di Pati Mulai Krisis Air Bersih
khoirul muzaki July 23, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai merasakan dampak musim kemarau tahun ini. 


Di antaranya penyusutan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi harian seperti minum dan memasak.


Tiga desa di Kabupaten Pati bahkan telah mengajukan bantuan pasokan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. 


Langkah ini diambil seiring kian menipisnya ketersediaan air layak konsumsi untuk kebutuhan harian warga.


Ketiga wilayah yang tercatat telah mengajukan bantuan tersebut berada di kecamatan berbeda, yaitu Desa Tanjungsekar Kecamatan Pucakwangi, Desa Tambahagung Kecamatan Tambakromo, serta Desa Sinoman Kecamatan Pati.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro, mengungkapkan bahwa kekeringan di wilayah-wilayah tersebut paling berdampak pada kebutuhan dasar warga. 


Sementara untuk kebutuhan nonkonsumsi, pasokan lokal dinilai masih mencukupi.


"Alasannya untuk kebutuhan air minum. Yang ada saat ini air sungai untuk sawah dan mencuci, tapi untuk minum dan masak itu kekurangan," ujar Suntoro, Kamis (23/7/2026).


Kendati permohonan sudah masuk, pihak BPBD Pati belum bisa langsung mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi tujuan. 

Baca juga: Harga Terbaru Emas Antam Naik Hari Ini Kamis 23 Juli 2026


Penyaluran masih tertahan karena fasilitas penampungan air di tingkat desa belum sepenuhnya siap. 


Rata-rata setiap desa mengajukan pasokan sebanyak dua tangki atau setara 10.000 liter air untuk menopang kebutuhan satu hingga dua minggu ke depan.


"Karena tandonnya belum pada siap. Kalau tandonnya siap kita siap berkirim air," tutur Suntoro menjelaskan kendala teknis di lapangan.


Mengingat potensi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan bisa berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun 2025 lalu, BPBD mengimbau masyarakat di wilayah Bumi Mina Tani agar bijak menghemat penggunaan air. 


Bagi desa-desa lain yang berpotensi mengalami krisis serupa, Suntoro meminta agar pihak pemerintah desa segera melayangkan surat permohonan resmi.


"Kalau memang nanti ada kekurangan ya bersurat, Pemerintah Desa bersurat ke BPBD biar nanti BPBD bisa mempersiapkan (bantuan air bersih)," pungkasnya. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.