5 Tim Bakal Calon Ketua PBNU Sudah Menghubungi PCNU Bulungan, Saidul Chudri: Masih Silaturahmi
Amiruddin July 23, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bulungan, Saidul Chudri, mengaku pihaknya sudah dihubungi tim para bakal calon Ketua Umum PB NU, menjelang Mukmatar ke 35 Tahun 2026.

Rencananya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 akan diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026.

Muktamar akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. 

Meski demikian, menurutnya belum ada bahasa tersirat untuk meminta dukungan pememenangan. 

"Mereka sekadar silaturahmi, bahasanya ya kan.

Artinya belum ada yang menyatakan sikap secara terbuka bahwasanya meminta dukungan, belum ada.

Di level Bulungan masih sekadar silaturahmi," kata Saidul Chudri, saat dihubungi TribunKaltara.com, pada Kamis (2/7/2026). 

Baca juga: Konferensi Cabang Perdana, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Pilih Ketua Pertama di Malinau

Saidul Chudri juga mengatakan, calon Ketua Umum pada tahun ini lebih banyak, sehingga dinamikanya berbeda dari Mukmatar NU sebelumnya. 

Sebagai informasi, ada lima nama yang mengemuka sebagai calon ketum PB NU, yakni: 

 1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya): Petahana Ketua Umum PBNU.

2. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur / Pengasuh PP Tebuireng, 

​3. Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar: Menteri Agama RI & Imam Besar Masjid Istiqlal, 

4. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan): Menteri Haji dan Umrah RI.

​5. KH Marzuki Mustamar: Tokoh ulama senior Jawa Timur dan mantan Ketua PWNU Jatim.

Ketika ditanya apakah termasuk dari tim Nasaruddin Umar yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama, juga mengontak, Saidul Chudri tak menampik. 

"Ada juga," katanya. 

Ia menegaskan, dari lima nama calon ketum, menurut Saidul Chudri, semuanya telah menghubungi PC NU Bulungan.  

Lebih lanjut, Saidul Chudri mengungkapkan bahwa PC NU Bulungan hingga Kamis (23/7/2026) belum menetapkan siapa yang bakal didukung. 

"Karena memang dari bakal calon pun tidak mengungkap meminta dukungan secara langsung, bahasa-bahasanya kiasan saja.

(Seperti misalnya) kiat-kiat mereka kalau seandainya jadi memperbaiki ini, itulah.

Begitulah bahasanya," paparnya. 

Saidul Chudri juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada undangan resmi terkait Muktamar pada Agustus mendatang. 

Menurutnya di undangan tesebut, biasanya sudah memasukan nama-nama calon Ketum PB NU. 

"Jika sudah ada undangan resmi, biasanya kita gelar rapat di kalangan Rais Syuriah maupun Tanfidziyah.

Musyawarah di tingkat PC masing-masing, sebelum ikut Muktamar," kata Saidul Chudri. 

Kader-kader Terbaik 

Dari lima nama balal calon ketum PBNU yang mengemuka jelang Muktamar, dalam pandangan Saidul Chudri, semuanya adalah kader-kader terbaik NU.
  
"(Figur-figurnya) Itu bisa dicek lah di internet ya kan.

 Bahwasanya memang yang mencalonkan ketua ini memang kemampuannya di NU itu sudah tidak diragukan lagi," katanya. 

Temasuk saat ditanya tentang kepemimpinan Ketum PB NU Gus Yahya yang kembali mencalonkan diri, Saidul Chudri menilai Gus Yahya merupakan kader mumpuni. 

Selama lima tahun kepemimpinan Gus Yahya, salah satu terobosannya daah digitalisasi surat-menyurat sudah menggunakan sistem digital. 

Terakhir, Saidul Qudri berharap siapapun yang terpilih nantinya adalah memang hasil muktamar yang original.

"Artinya tidak ada manipulasi," katanya. 

"Tidak ada kejadian ribut-ribut.

Saya rasa harapan kita sih seperti itu.

Karena ini memang musyawarahnya para ulama.

Harapan kita di cabang ini, semestinya musyawarah itu lebih ke arah yang nyaman, adem. 

Sehingga masyarakat yang melihat pun menjadi suatu kebaikan.

Kita pergi bahagia, dan pulang bahagia," paparnya.  

"Itulah harapan kita.

Mudah mudahan ini tidak ditunggangi dengan kepentingan kepentingan politik, kan sehingga bisa berjalan lancar," pungkas Saidul Chudri.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.