SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Sebuah kearifan lokal kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Kayuagung untuk merawat warisan leluhur kembali dihidupkan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Tradisi turun haji yang diikuti oleh 160 jemaah lintas generasi tampak berjalan beriringan dengan rute melintasi Sungai Komering menuju pendopoan rumah dinas Bupati yang berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan.
Disampaikan Bupati OKI Muchendi Mahzareki, arak-arakan meriah ini tidak hanya jadi penyambutan bagi jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci musim, tetapi juga menjadi ajang reuni akbar yang mempertemukan para jemaah haji dari tahun-tahun sebelumnya.
"Kehadiran warga yang memadati sepanjang rute arak-arakan menunjukkan tradisi turun haji masih miliki tempat istimewa di hati warga Kayuagung sebagai warisan budaya yang sarat nilai keagamaan," kata Muchendi saat dihubungi Sripoku.com pada Kamis (23/7/2026) siang.
Baca juga: ART Pencuri Uang Milik Anak Almarhum Haji Halim Ini Divonis 2,5 Tahun Penjara, Total Rp140 Juta
Muchendi menegaskan pentingnya komitmen menghidupkan kembali tradisi yang telah lama jadi bagian dari identitas daerah tersebut.
"Ini bukan sekadar menyambut kepulangan para tamu Allah, tetapi tentang upaya menjaga warisan budaya, mempererat ukhuwah, dan menebarkan syiar Islam," paparnya.
Selain itu, Bupati menyampaikan di sepanjang perjalanan arak-arakan, doa, senyum, dan rasa syukur menyatu dalam kebersamaan.
Hal ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur akan tetap hidup ketika dirawat bersama.
"Karena tradisi bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang warisan yang terus menginspirasi masa depan. Merawat tradisi, menguatkan persaudaraan, menebarkan keberkahan," tegasnya.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKI M. Kholil Azmi atas konsistensi masyarakat Kayuagung dalam melestarikan tradisi turun-temurun ini.
Menurut Kholil, tradisi ini wadah luar biasa dalam menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para jemaah haji.
"Tradisi ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi menjadi simbol persatuan, rasa syukur, dan penghormatan kepada para tamu Allah," kata M. Kholil Azmi.
Baca juga: Sempat Membaik, Korban Tertabrak Mobil Patroli Pengawal Haji di Musi Rawas Meninggal Dunia
Ia menambahkan, kehadiran jemaah haji dari berbagai tahun keberangkatan menunjukkan ikatan persaudaraan yang terjalin sejak di Tanah Suci terus terpelihara hingga kembali ke tengah masyarakat.
"Selain mempererat silaturahmi antargenerasi jemaah haji, pelestarian budaya ini juga diyakini mampu menjadi media dakwah yang efektif mengajak masyarakat meneladani akhlak mulia para haji, serta memperkuat kerukunan dan nilai-nilai keislaman," pungkasnya.