Jeritan Pagi Buta dan Kesaksian 13 Orang Terkait Kematian Brigadir Eko di Tanjabtim
Mareza Sutan AJ July 23, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Jumat (17/7/2026) malam Brigadir Polisi Eko Winarno Saputra sempat datang ke indekos yang berlokasi di di Lorong Kamboja, RT 10, RW 04, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Ia datang untuk memperbaiki lampu.

Sabtu (18/7/2026) dini hari, Brigadir Eko dikabarkan meninggal dunia.

Rumah kos itu menjadi tempat pertama kali Brigadir EWS ditemukan dengan kondisi luka di beberapa bagian tubuhnya.

Hingga kini, penyelidikan terhadap kematian Brigpol Eko Winarno yang ditemukan meninggal di sebuah rumah kos masih terus berlangsung.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, seorang warga mengaku sempat mendengar suara jeritan yang memecah hening pagi buta sebelum korban ditemukan tidak bernyawa.

Brigadir Eko ditemukan meninggal di rumah kos miliknya yang terdiri dari empat pintu.

Pascakejadian, bangunan permanen berlabel A** Kost itu dipasang garis polisi yang membentang dari bagian depan hingga belakang.

Kondisi di sekitar lokasi terlihat lengang. Sejumlah rumah di kawasan tersebut tampak kosong dan tidak berpenghuni.

Warga sekitar juga memilih tidak banyak berbicara mengenai peristiwa tersebut.

Meski demikian, seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi mengaku mengenal Brigadir Eko.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.

Selama tinggal di lingkungan tersebut, Eko disebut sering menyapa warga sekitar.

Jeritan Pagi Buta

Warga tersebut mengungkapkan bahwa sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu (18/7) dini hari, ia sempat mendengar suara yang menyerupai teriakan.

Namun, ia tidak mengetahui dari mana sumber suara itu berasal sehingga tidak menaruh curiga.

Menjelang waktu subuh, ia juga melihat lampu di bagian depan rumah kos sudah padam.

Hanya tersisa satu lampu yang masih menyala, sementara salah satu pintu kamar tampak terbuka.

Situasi itu masih dianggap biasa oleh warga hingga pagi hari, ketika lokasi mendadak dipenuhi orang setelah kabar meninggalnya Brigadir Eko menyebar.

Datang Memperbaiki Lampu

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi dari berbagai sumber menyebutkan, pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia, Brigadir Eko datang ke rumah kos miliknya untuk memperbaiki lampu.

Ia membawa sejumlah peralatan untuk melakukan perbaikan.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, Eko diduga sempat berbincang dengan beberapa penghuni kos.

Empat kamar di indekos itu diketahui dihuni anggota Polres Tanjung Jabung Timur, terdiri atas seorang anggota yang lebih senior, beberapa anggota junior, serta seorang warga sipil.

Tak lama setelah itu, Brigadir Eko diketahui telah dibawa ke RSUD Nurdin Hamzah, Tanjung Jabung Timur.

Dibawa ke Jambi

Pihak keluarga baru memperoleh kabar duka ketika jenazah Brigadir Eko dalam perjalanan menuju rumah duka di Kota Jambi.

Saat melihat kondisi jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka pada tubuh almarhum, antara lain di bagian pelipis, lutut, serta beberapa bagian tubuh lainnya.

Temuan luka tersebut menjadi salah satu alasan keluarga mempertanyakan penyebab pasti kematian Brigadir Eko.

Jenazah kemudian dimakamkan di kawasan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Hingga kini, penyebab kematian Brigadir Eko masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.

Saat ditemui Tribun Jambi di rumah duka, keluarga memilih belum menyampaikan banyak keterangan dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada penyidik.

"Belum bisa kami beri tanggapan, polisi masih bekerja untuk mengungkap ini,” kata paman Brigadir Eko Winarno saat ditemui di rumah duka, Rabu (22/7).

Brigadir Eko Winarno Saputra meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masih berusia kecil.

Pemeriksaan Saksi

Perkembangan terbaru menunjukkan penyelidikan kasus kematian Brigadir Eko kini sepenuhnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Berdasarkan pantauan Tribunjambi.com di Mapolda Jambi pada Rabu (22/7/2026) malam, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih berlangsung hingga malam.

Sedikitnya lebih dari tiga orang terlihat menjalani pemeriksaan.

Beberapa di antaranya diduga merupakan anggota kepolisian. Namun, penyidik belum mengungkap identitas maupun status hukum mereka.

Sekitar pukul 20.35 WIB, Tribunjambi.com juga menyaksikan petugas Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi membawa seorang pria keluar dari Gedung Subbid Provos.

Pria tersebut kemudian dibawa menuju rumah tahanan Polda Jambi dengan pengawalan ketat.

Selama proses pemindahan, ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji hanya memberikan keterangan singkat.

"Nanti kami cek dulu," katanya.

Kasus kematian Brigadir Eko menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya keterlibatan oknum anggota kepolisian. Namun, dugaan tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan.

Polda Jambi menegaskan proses pengungkapan perkara akan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta hasil penyidikan yang sedang berjalan.

13 Orang Beri Kesaksian

Polda Jambi telah memeriksa sedikitnya 13 orang saksi dalam upaya mengungkap penyebab kematian Brigadir Polisi Eko Winarno Saputra.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan belasan saksi tersebut terdiri atas delapan warga sipil, termasuk keluarga korban, ayah korban, dan dokter, serta lima personel Polres Tanjung Jabung Timur.

"Kita tunggu hasilnya karena proses masih berlanjut terhadap para saksi. 13 orang saksi merupakan 8 orang dari masyarakat sipil kerluarga, ayahnya dan dokter. Dan 5 personel Polres Tanjung Jabung Timur," ujarnya pada Kamis (23/7/2026).

Erlan menegaskan bahwa perkara ini menjadi perhatian serius Polda Jambi.

"Akan kita update lagi, perlu kami sampaikan bahwa kami mendapat atensi dari Mabes Polri," ujarnya.

Polda Jambi telah resmi mengambil alih penanganan perkara tersebut. Selanjutnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum akan melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Brigadir Eko Winarno Saputra.

Kasus ini mendapat sorotan luas masyarakat karena muncul dugaan adanya keterlibatan oknum anggota kepolisian.

Meski demikian, dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Brigadir Eko diketahui meninggal dunia di sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung, beredar dugaan bahwa korban menjadi sasaran tindak pidana yang diduga melibatkan sesama anggota kepolisian.

Namun, dugaan tersebut hingga kini belum dibuktikan secara hukum dan masih menunggu hasil penyidikan resmi.

 

Baca juga: Saksi Sempat Lihat Brigadir EWS Sempoyongan Pagi Buta sebelum Meninggal

Baca juga: Indekos Empat Pintu di Tanjabtim dan Misteri Kematian Brigadir EWS

Baca juga: Eks Kadisdik Jambi Mengekor Paling Belakang Digiring ke Mobil Tahanan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.