Hari Anak Nasional Jadi Pengingat untuk Peduli terhadap Anak
Ryan Nong July 24, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Ratusan anak PPA Klaster Sumba Timur di Kota Waingapu merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lapangan Pahlawan, Kamis (23/7/2026) sore. Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 ini secara resmi dibuka dengan lagu Indonesia Raya.

Pantauan Pos Kupang, anak-anak begitu antusias saat lagu itu dinyanyikan. Mereka terlihat sigap berdiri rapi. Meski begitu, beberapa di antaranya masih menunggu ajakan untuk berdiri dan menunjukkan sikap nasionalisme.

Setelah lagu dinyanyikan, anak-anak PPA Klaster Sumba Timur mempersembahkan tarian Tamborin. 

Baca juga: Sarjana Ekonomi di Sumba Timur Budidaya Tomat, Raup Keuntungan Puluhan Juta

Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Aku Indonesia oleh anak-anak usia 6-8 tahun yang diikuti parade fashion show.

Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, anggota DPRD Sumba Timur, pimpinan Forkopimda, kepala OPD, pengurus PPA Klaster Sumba Timur, para pemerhati anak serta undangan lainnya.

Ketua Panitia HAN 2026, Djenia Tamo Ina mengatakan, pada tahun ini PPA Klaster Sumba Timur yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Sebelum puncak perayaan HAN, panitia menggelar lomba fashion show, lomba menggambar, lomba bercerita dan lomba pembuatan video edukasi anak.

Pada hari puncak, ada sosialisasi kesehatan anak dan digelar panggung hiburan yang menampilkan anak-anak dari 12 PPA di Sumba Timur. 

Ada paduan suara, pembacaan puisi, persembahan pujian, dance rohani, solo, ukulele, band dan tarian kreasi.

Peduli terhadap Anak

Djenia Tamo Ina mengatakan, Hari Anak Nasional merupakan momentum yang mengingatkan bahwa masa depan bangsa dibentuk melalui anak-anak.

“Ini adalah momentum penting untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa anak-anak adalah kunci penting bagi pembentukan masa depan bangsa,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama mengenal, mengasihi dan melindungi anak-anak.

“Mari semua pihak untuk peduli kepada anak, mari kita sama-sama bergandengan tangan melihat anak-anak kita, membimbing anak-anak kita dan melindungi anak-anak kita agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada mereka,” ujarnya kepada Pos Kupang.

Sebagai informasi, saat ini PPA Sumba Timur membimbing ribuan anak dari keluarga kurang mampu. Mereka ada yang beragama Kristen Protestan, Muslim dan Katolik.

Di PPA Sumba Timur, anak-anak dibimbing secara holistik. Secara fisik, spiritual maupun sosial. 

Selain itu, berbagai kebutuhan anak seperti biaya sekolah, perlengkapan sekolah dan dukungan untuk meraih cita-cita juga diberikan.

Mereka saat ini berada di 12 gereja yang terdiri dari Gereja Kristen Sumba (GKS), Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII).

Ketua PPA Klaster Sumba Timur, Helena Wadu mengatakan, tema HAN tahun ini, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" merupakan sebuah panggilan.

“Tema ini menjadi sebuah panggilan bagi kita semua untuk hadir memberikan perhatian dan memastikan anak bertumbuh dengan aman, sehat dan penuh kasih sayang,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 2.716 anak dilayani PPA Klaster Sumba Timur yang bermitra dengan 12 gereja.

Ia menegaskan, di balik angka tersebut ada kehidupan, ada cerita, ada harapan dan ada masa depan yang Tuhan percayakan kepada seluruh pihak untuk didampingi serta diperjuangkan hak dan kebutuhan mereka.

Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah, gereja, orang tua dan masyarakat agar semakin peduli kepada anak.

“Kita butuh kerja sama, kepedulian dan komitmen bersama agar setiap anak bisa bertumbuh secara holistik,” tutupnya. (dim)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.