Menko AHY di Lestari Awards 2026: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Paradigma Pembangunan
Choirul Arifin July 24, 2026 12:25 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. 

Keberlanjutan (sustainability) harus menjadi paradigma utama pembangunan nasional, bukan lagi sekadar isu pelengkap dalam setiap perumusan kebijakan.

AHY menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan pada Lestari Awards 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menko AHY mengapresiasi penyelenggaraan Lestari Awards yang secara konsisten mendorong kolaborasi lintas sektor serta menghadirkan berbagai praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan.

Menko AHY mengatakan dinamika global yang ditandai dengan ketidakpastian geopolitik, konflik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut Indonesia membangun daya tahan (resilience) sekaligus meningkatkan daya saing melalui kebijakan pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan, resilience sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing, competitiveness. Dan ini harus mendasar pada tiga pilar."

"Yang pertama tentunya adalah kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Yang kedua adalah kesejahteraan bagi masyarakat. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan lingkungan hidup kita."

Menko AHY Lestari Awards OK_
APRESIASI MENKO AHY - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama para pemenang Lestari Awards 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menko AHY mengapresiasi penyelenggaraan Lestari Awards yang secara konsisten mendorong kolaborasi lintas sektor serta menghadirkan berbagai praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan.

"We need to strike a good balance antara tiga hal ini. Sustainable economic growth with equity,” ujarnya.

Menko AHY menjelaskan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi dan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas nasional, mendukung ketahanan lingkungan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan kemampuannya menjawab tantangan perubahan iklim.

“Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kita membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam,” bebernya.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Menurutnya, media merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Apresiasi Inisiatif Keberlanjutan Berdampak, LESTARI Awards 2026 Umumkan Jajaran Pemenang

Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, media juga berperan membangun kesadaran publik, mengawal implementasi kebijakan melalui fungsi checks and balances, serta menyebarluaskan berbagai praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

“Kita membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kita. Mendorong partisipasi publik, mengawasi kebijakan pemerintah dan juga dunia usaha."

"Checks and balances bisa dilakukan oleh teman-teman media. Dan yang terakhir tentunya mempromosikan jika ada solusi, jika ada best practices yang relevan untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat kita,” tambah Menko AHY.

Menutup sambutannya, Menko AHY mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Lestari Awards 2026 serta berharap penghargaan tersebut semakin mendorong lahirnya berbagai inovasi dan praktik terbaik yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

Baca juga: Lestari Awards 2025 Umumkan Dewan Juri, Tokoh Penting Kurasi Program Keberlanjutan Terbaik

“Saya mengucapkan selamat sebelumnya kepada para pemenang Lestari Awards 2026. Bapak, Ibu, kalau sudah dinominasi artinya semua pantas untuk mendapatkan recognition, apresiasi, dan dorongan dari pemerintah dan dari kita semuanya."

"Semoga pemenangnya nanti juga bisa mewakili Indonesia di tingkat ASEAN dan siapapun itu mudah-mudahan bisa menghadirkan perubahan yang meaningful untuk Indonesia lima tahun, sepuluh tahun, hingga selamanya,” tutup Menko AHY.

Lestari Awards 2026 turut dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Direktur Utama Kompas TV Rosiana Silalahi.

Menko AHY juga didampingi Staf Khusus Menko Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.