TRIBUN-BALI.COM – Menjelang pelaksanaan Ngaben Massal di berbagai desa adat di Bali, umat Hindu tidak hanya mempersiapkan sarana upacara, tetapi juga memanjatkan doa-doa suci sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Salah satu doa yang kerap dilantunkan adalah doa memohon agar atma memperoleh ketenangan dan perjalanan yang baik menuju alam suci.
Selain doa tersebut, umat Hindu juga mengenal Mantram Pitra Puja yang diyakini sebagai ungkapan bhakti kepada leluhur sekaligus doa agar roh yang telah meninggal memperoleh kedamaian dan penyucian.
Berikut doa memohon atma mendapat ketenangan beserta Mantram Pitra Puja lengkap yang dapat dibaca saat prosesi Ngaben Massal sebagaimana dikutip dari Buku Doa dalam Agama Hindu terbitan PAKIS Bali (2021).
Mantra:
Om sunyantu pitaro devah
Sunyantu pitara ganam
Sunyantu pitarah sarvaya
Namah svada
Baca juga: Doa Sehari-hari Hindu, Ucapkan Mantra Ini saat Mendoakan Pernikahan Orang Lain
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atma memperoleh ketenangan.
Semoga seluruh atma suci memperoleh ketenangan.
Hamba bersujud hanya kepada Hyang Widhi.
Hormat hamba kepada seluruh atma suci.
Mantra:
Om svargantu pitaro devah
Svargantu pitara ganam
Svargantu pitarah sarvaya
Namah svada
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atma memperoleh tempat di surga.
Semoga seluruh atma suci memperoleh tempat di surga.
Hamba bersujud hanya kepada Hyang Widhi.
Hormat hamba kepada seluruh atma suci.
Mantra:
Om moksantu pitaro devah
Moksantu pitara ganam
Moksantu pitarah sarvaya
Namah svada
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atma mencapai moksa.
Semoga seluruh atma suci mencapai moksa.
Hamba bersujud hanya kepada Hyang Widhi.
Hormat hamba kepada seluruh atma suci.
Mantra:
Om bagyantu pitaro devah
Bagyantu pitara ganam
Bagyantu pitarah sarvaya
Namah svada
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atma memperoleh kebahagiaan sejati.
Semoga seluruh atma suci memperoleh kebahagiaan sejati.
Hamba bersujud hanya kepada Hyang Widhi.
Hormat hamba kepada seluruh atma suci.
Doa Memohon Pengampunan bagi Atma
Mantra:
Om ksamantu pitaro devah
Ksamantu pitara ganam
Ksamantu pitarah sarvaya
Namah
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atma memperoleh pengampunan.
Semoga seluruh atma suci dibebaskan dari segala dosanya.
Hamba bersujud hanya kepada Hyang Widhi.
Hormat hamba kepada seluruh atma suci.
Doa Saat Melihat atau Mendengar Orang Meninggal
Mantra:
Om Svargantu, moksantu, sunyantu, murcantu,
Om Ksama sampurna ya namah svadah.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga arwah almarhum mencapai surga, menyatu dengan-Mu, serta mencapai keheningan yang bebas dari suka dan duka. Ampunilah segala kekhilafannya, dan semoga ia memperoleh kesempurnaan atas kemahakuasaan-Mu.
Doa untuk Orang Meninggal
Doa ini bisa diucapkan saat bela sungkawa atau prosesi ngaben berlangsung:
Mantra:
Om Vayur anilam amrtam, athedam bhasmantam sariram.
Om Krato smara, kṛtam smara, kṛtam smara.
(Yajur Weda XL.15)
Artinya:
Ya Hyang Widhi, Penguasa kehidupan, pada saat kematian ini semoga beliau senantiasa mengingat aksara suci Om, mengingat Engkau Yang Maha Kuasa dan kekal abadi.
Semoga beliau juga mengingat segala karma yang telah diperbuatnya. Semoga beliau menyadari bahwa Atma bersifat kekal, sedangkan badan jasmani pada akhirnya akan kembali menjadi abu.
Selain doa saat melihat atau mendengar orang meninggal, umat Hindu juga mengenal Pitra Puja Mantram.
Doa ini lazim dilantunkan oleh keluarga atau sanak saudara sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohon agar perjalanan atma menuju alam suci, surga, hingga moksa diberikan kelancaran oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Bisa juga dilantunkan saat prosesi ngaben.
Apalagi sejumlah desa adat di Bali akan menggelar upacara Ngaben massal dalam waktu dekat.
Hal ini menjadikan momen ini sebagai kesempatan bagi umat Hindu untuk menghaturkan doa terbaik bagi leluhur yang telah berpulang.
Di antaranya, Ngaben Massal Desa Adat Kubu, Kabupaten Bangli, pada Jumat, 24 Juli.
Selain itu ada juga Ngaben Massal di Banjar Subilang, Desa Bukian, Payangan Gianyar Bali pada 17 Agustus 2025.
Pitra Puja merupakan japa mantram yang dianjurkan untuk diulang sebanyak 108 kali dengan penuh ketulusan dan konsentrasi.
Setelah selesai melantunkan mantram, doa ditutup dengan Pamara Santih sebagai permohonan agar kedamaian senantiasa meliputi alam semesta, keluarga yang ditinggalkan, serta atma yang sedang menempuh perjalanan menuju alam suci.
Itu tadi doa Pitra Puja Mantram yang bukan sekadar rangkaian doa, tetapi juga wujud bhakti, cinta kasih, dan penghormatan keluarga kepada leluhur yang telah meninggal dunia.
Dengan melantunkan mantram ini penuh ketulusan, umat Hindu memohon agar atma memperoleh ketenangan, pengampunan, kebahagiaan sejati, hingga mencapai moksa sesuai kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam praktiknya, Pitra Puja dianjurkan diulang sebanyak 108 kali dan diakhiri dengan Pamara Santih sebagai penutup doa, sehingga seluruh rangkaian persembahyangan dapat berlangsung dengan khidmat dan membawa kedamaian bagi semua pihak.
(*)