Sebanyak 16.291 Kepala Keluarga di Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan, Imbas Musim Kemarau
Vivi Febrianti July 24, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebanyak 16.291 kepala keluarga di Kabupaten Bogor terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sedikitnya 16.291 kepala keluarga (KK) atau sekitar 52.602 jiwa terdampak kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih sejak awal Juli 2026.

Kondisi ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan upaya penanganan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi dipicu oleh musim kemarau yang menyebabkan penurunan debit air di sejumlah wilayah.

Penurunan debit air tersebut berdampak langsung pada sumber-sumber air masyarakat, seperti sumur dan mata air, yang mulai mengering.

Akibatnya, banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.

Bagaimana upaya penyaluran bantuan dilakukan?

Untuk mengatasi krisis tersebut, BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan distribusi air bersih secara berkala ke wilayah-wilayah terdampak.

"Petugas BPBD di lapangan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air akibat musim kemarau," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026) dikutip dari Antara.

Pengerahan armada tangki air menjadi salah satu langkah utama untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan akses air bersih.

Penyaluran terbaru menyasar sejumlah titik permukiman di tiga kecamatan yang mengalami penurunan debit air secara signifikan.

Beberapa distribusi air bersih yang telah dilakukan antara lain:

  • 4.000 liter air bersih untuk warga Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup 
  • 2.500 liter untuk masyarakat Desa Gadog, Kecamatan Megamendung
  • 5.000 liter untuk warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya. 

Abdul Muhari memastikan bahwa ancaman kekeringan akibat puncak musim kemarau di Jawa Barat masih terus dipantau oleh Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.

Melihat kondisi yang masih berpotensi berlanjut, BNPB bersama BPBD terus menyiapkan berbagai langkah antisipatif.

Fokus utama adalah menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.