TRIBUNKALTIM.CO - Polemik yang dipicu oleh viralnya unggahan media sosial yang dikaitkan dengan anak seorang pejabat di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, berujung pada keputusan sang pejabat untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Nevirizal, yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I pada Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues.
Langkah tersebut diambil setelah unggahan yang menampilkan gaya hidup mewah atau yang dikenal dengan istilah flexing ramai menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Istilah flexing merujuk pada tindakan memperlihatkan atau memamerkan kekayaan, barang mewah, maupun gaya hidup kepada publik melalui media sosial.
Baca juga: Viral Video Detik-detik Kapal Kecil Terombang-ambing Diterjang Ombak Besar di Teluk Balikpapan
Nevirizal menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026).
Dalam surat tersebut, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara tergesa-gesa, melainkan setelah melalui berbagai pertimbangan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pejabat publik.
Kabupaten Gayo Lues sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang beribu kota di Blangkejeren.
Daerah ini terbentuk pada tahun 2002 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara dan selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi Gayo sekaligus kawasan pegunungan di bagian tengah Aceh.
Dalam surat pengunduran diri yang disampaikan kepada pemerintah daerah, Nevirizal menegaskan bahwa persoalan yang menyeret keluarganya memang bersifat pribadi.
Namun, sebagai pejabat publik, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menurutnya, polemik yang berkembang berpotensi memengaruhi citra lembaga tempat dirinya mengabdi sehingga ia memilih melepaskan jabatan yang diembannya.
"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah," tulis Nevirizal dalam surat pengunduran dirinya yang dikutip dari unggahan Instagram @prokopim_gayolues.
Ia juga menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil agar proses evaluasi dapat berlangsung secara objektif tanpa memengaruhi nama baik institusi pemerintahan.
"Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini," tulisnya.
Selain menyampaikan alasan pengunduran diri, Nevirizal turut menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat polemik tersebut.
Dalam suratnya, ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues Benarkan Surat Pengunduran Diri
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membenarkan telah menerima surat pengunduran diri yang diajukan Nevirizal.
Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, mengatakan pemerintah daerah akan mempelajari surat tersebut terlebih dahulu sebelum diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami menerima surat pengunduran diri ini. Ke depan akan kami pelajari dan proses sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Maliki.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga memastikan akan membentuk tim khusus guna menginvestigasi persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.
Menurut Maliki, hasil investigasi nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi pemerintah daerah.
"Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga akan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi persoalan ini, dan hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat," katanya.
Berawal dari Unggahan Akun Instagram
Polemik yang berujung pada pengunduran diri Nevirizal bermula dari unggahan akun Instagram @cabinetcouture_season2 yang membagikan sejumlah tangkapan layar yang diklaim berasal dari akun media sosial anak Nevirizal.
Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menyebut sosok yang disorot merupakan anak Nevirizal yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Gayo Lues sebelum kemudian dipercaya menjadi Asisten I Setdakab Gayo Lues.
Unggahan tersebut juga disertai narasi yang mengaitkan gaya hidup yang ditampilkan dengan kondisi masyarakat Gayo Lues yang saat itu masih menghadapi dampak pascabencana.
Narasi tersebut merupakan pernyataan dari akun pengunggah yang kemudian memicu diskusi luas di media sosial.
Foto Gaya Hidup hingga Perjalanan ke Luar Negeri Jadi Sorotan
Rangkaian unggahan yang beredar menampilkan berbagai foto serta tangkapan layar yang kemudian ramai diperbincangkan warganet.
Salah satunya memperlihatkan seseorang mengenakan pakaian dokter lengkap dengan perangkat iPad dan sejumlah aksesori, disertai tulisan mengenai biaya pendidikan.
Unggahan lain memperlihatkan dokumentasi perjalanan ke luar negeri, termasuk perjalanan umrah dan kunjungan ke Korea Selatan.
Selain itu, terdapat pula tangkapan layar percakapan keluarga yang membahas brosur kendaraan, aktivitas sehari-hari, hingga rencana perjalanan ke luar negeri.
Beberapa tangkapan layar lainnya juga ikut menjadi perhatian publik karena dianggap memperlihatkan gaya hidup yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Ramai Menuai Tanggapan Warganet
Tidak membutuhkan waktu lama, unggahan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Sebagian pengguna media sosial memberikan kritik karena menilai unggahan tersebut kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat Gayo Lues yang masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana.
Di sisi lain, terdapat pula warganet yang mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak yang bersangkutan.
Perdebatan di ruang digital pun terus berkembang seiring unggahan tersebut dibagikan ulang oleh berbagai akun media sosial.
Selebgram Aceh Cut Bul Ikut Memberikan Tanggapan
Sorotan terhadap polemik tersebut semakin meluas setelah selebgram asal Aceh, Cut Bul, turut memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang diunggahnya, Cut Bul menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Gayo Lues pascabencana sekaligus mengomentari unggahan yang sedang viral.
Ia juga menandai akun resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan unggahannya sebagai bentuk respons pribadi terhadap isu yang sedang menjadi perhatian publik.
Dirangkum dari gayolueskab.go.id, dr. Nevirizal, M.Kes., M.H.Kes. dikenal sebagai birokrat yang memiliki rekam jejak panjang di bidang kesehatan dan pemerintahan di Provinsi Aceh.
Pria yang akrab disapa Nevi itu lahir di Aceh Tenggara pada 9 November 1967.
Kariernya di pemerintahan telah berlangsung selama puluhan tahun dengan pengalaman mulai dari memimpin puskesmas, dinas kesehatan kabupaten, hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh.
Dari sisi pendidikan, Nevirizal menempuh pendidikan dasar di SD 2 Blangkejeren, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Agam dan SMA Negeri 1 Matur, Agam.
Setelah itu, ia menyelesaikan pendidikan dokter (S1) di Fakultas Kedokteran UISU, lalu meraih gelar Magister Kesehatan (M.Kes.) di Universitas Sumatera Utara (USU) serta Magister Hukum Kesehatan (M.H.Kes.) di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).
Karier Nevirizal di sektor kesehatan dimulai saat dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Aceh Tengah pada 1996 hingga 2004.
Pengalaman tersebut mengantarkannya menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Tengah pada 2004–2006.
Setelah itu, ia dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah selama periode 2006–2008.
Kariernya terus menanjak ketika menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues pada 2009 hingga 2017.
Usai mengemban berbagai jabatan di sektor kesehatan, Nevirizal dipercaya menjadi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, jabatan yang masih diembannya hingga kini.
Selain aktif sebagai birokrat, Nevirizal juga memiliki pengalaman berorganisasi sejak masa kuliah.
Pada 1989, ia menjabat Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU sekaligus Ketua Organisasi Masyarakat Gayo di Medan.
Di bidang profesi, ia pernah memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Tengah sebagai ketua pada tahun 2000.
Sementara dalam organisasi kemasyarakatan, sejak 2023 ia menjabat Sekretaris Umum Muhammadiyah Gayo Lues.
Baca juga: Viral Tantri Dipeluk Pria Tak Dikenal saat Manggung Bersama Kotak, Habib Jafar Singgung soal Adab
Harta Kekayaan
Nevirizal memiliki harta kekayaan mencapai Rp.1.468.226.875.
Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 29 Februari 2024.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah Dan Bangunan Rp. 1.113.504.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 765 M2/130 M2 Di Kab / Kota Aceh Tengah, Hasil Sendiri Rp. 499.500.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 66 M2/36 M2 Di Kab / Kota Medan , Hasil Sendiri Rp. 134.004.000
Tanah Seluas 20.000 M2 Di Kab / Kota Aceh Tengah, Hasil Sendiri Rp. 40.000.000
Tanah Seluas 4.002 M2 Di Kab / Kota Gayo Lues, Hasil Sendiri Rp. 120.000.000
Tanah Seluas 5.000 M2 Di Negara [Unknown], Hasil Sendiri Rp. 30.000.000
Tanah Seluas 240 M2 Di Negara [Unknown], Rp. 40.000.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 76 M2/56 M2 Di Negara [Unknown],
Rp. 250.000.000
Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 85.000.000
Motor, Honda Sepeda Motor Tahun 2009, Hasil Sendiri Rp. 5.000.000
Mobil, Suzuki Apv Minibus Tahun 2008, Hasil Sendiri Rp. 80.000.000
Harta Bergerak Lainnya Rp. 108.770.000
Surat Berharga Rp. ----
Kas Dan Setara Kas Rp. 160.952.875
Harta Lainnya Rp. ----
Sub Total Rp. 1.468.226.875
Utang Rp. ----
Total Harta Kekayaan Rp. 1.468.226.875