Samarinda Catat 93 Kasus Kekerasan terhadap Anak Sepanjang Januari-Juni 2026
Samir Paturusi July 24, 2026 04:15 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli menjadi pengingat penting bagi Pemerintah Kota Samarinda bahwa persoalan kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Samarinda mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026 saja sudah ada 93 kasus kekerasan terhadap anak dengan total 94 korban.

Jika dirinci per bulan, Januari mencatat 22 kasus, Februari 6 kasus, Maret 7 kasus, April 11 kasus, Mei melonjak hingga 27 kasus, dan Juni sebanyak 20 kasus dengan 21 korban. 

Bentuk kasusnya pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, TPPO, sengketa hak asuh, hingga kasus anak berhadapan dengan hukum.

Kepala DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby, menegaskan pihaknya terus menggenjot langkah preventif. Berbagai program mulai dari bimtek hingga sosialisasi ke sekolah-sekolah rutin digelar untuk membentengi para siswa.

Baca juga: Bupati Mahakam Ulu Angela Apresiasi Keberanian Anak dalam Lomba Hari Anak Nasional

"Kami selalu berusaha untuk memberdayakan perempuan, melindungi anak dan usaha kegiatan-kegiatan kami lakukan," kata Ibnu, Jumat (24/7/2026).

Untuk mempermudah aduan, DP2PA juga mengandalkan aplikasi SOPPA (Sistem Online Pelaporan dan Penanganan Perempuan dan Anak). 

Lewat platform ini, warga bisa langsung melapor jika melihat ada kasus kekerasan di sekitarnya tanpa perlu takut, karena identitas pelapor dijamin aman.

Ibnu tak memungkiri, tingginya dinamika kasus ini tidak terlepas dari kondisi Samarinda yang heterogen dengan jumlah penduduk menembus hampir 900 ribu jiwa. 

Baca juga: Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu Perkuat Karakter Anak melalui Perlombaan PAUD

Meski begitu, kata dia, pihak dinas memastikan tidak akan kendor untuk turun ke lapangan memberi edukasi.

"Kita berusaha meminimalisir, makanya kami tidak henti-hentinya selalu melaksanakan sosialisasi, bimbingan dan pembinaan," pungkasnya.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.