Pasutri Korban Kebakaran Padang Pariaman Berimpitan di Ruang Tamu, Minta Polisi Usut Kejanggalan
Rahmadi July 24, 2026 07:48 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kondisi pasangan suami istri yang menjadi korban kebakaran rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), saat ditemukan usai api dipadamkan membuat keluarga terpukul.

Kedua korban ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumah pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Ditemukan Berhimpitan di Dekat Pintu Keluar

Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan jasad kedua mertuanya ditemukan di dekat pintu keluar rumah setelah petugas pemadam kebakaran selesai memadamkan api.

"Pas datang damkar, disemprot, kiranya mayatnya di dekat pintu keluar," kata Bambang kepada TribunPadang.com.

Ia mengatakan, di lokasi ditemukannya korban terdapat sebuah kursi yang menyerupai sofa lama dan telah hangus terbakar. Menurutnya, kedua korban ditemukan dalam posisi saling berhimpitan disana.

"Di dekat mayat itu ada kursi biasa seperti sofa yang lama, tapi sudah habis terbakar. Mayat yang perempuan di bawah, laki-lakinya di atas. Kepalanya yang laki-laki ini pas di dada dia," ujarnya.

Baca juga: Keluarga Curigai Kejanggalan Kebakaran Pasutri di Padang Pariaman, Minta Polisi Usut Tuntas

GARIS POLISI – Kondisi rumah yang hangus terbakar di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Lokasi telah dipasangi garis polisi dan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas setelah kebakaran yang menewaskan dua penghuni rumah serta menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
GARIS POLISI – Kondisi rumah yang hangus terbakar di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Lokasi telah dipasangi garis polisi dan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas setelah kebakaran yang menewaskan dua penghuni rumah serta menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Kondisi Jasad Sangat Mengenaskan

Bambang juga menceritakan kondisi jasad kedua korban yang sudah sangat mengenaskan akibat terbakar. Menurutnya, tangan korban laki-laki sudah tidak terlihat lagi, diduga hangus dilalap api.

"Saya tidak tahu juga, tapi tangan ini tidak ada lagi, mungkin sudah hangus terbakar," katanya.

Sementara itu, korban perempuan mengalami luka bakar yang lebih parah di bagian wajah.

"Kalau yang perempuan, mertua saya, bagian depan ini sudah tidak ada lagi, tengkorak saja yang tinggal. Di belakang ini agak ada retak, entah retak kenapa, kami juga tidak tahu," ucapnya.

Sempat Dicari di Kamar, tetapi Tidak Ditemukan

Sebelum jasad ditemukan, Bambang sempat berusaha mencari kedua mertuanya setelah mendapat kabar rumah mereka terbakar sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat itu, ia mendobrak pintu kamar yang biasa ditempati kedua korban. Namun, keduanya tidak berada di dalam kamar.

Baca juga: Menantu Ungkap Detik-detik Selamatkan Korban Kebakaran di Batang Anai, Temukan Kasur Berantakan

"Kondisi saat itu kamar mereka belum terbakar. Kasur mereka saat saya masuk seperti diobok-obok orang, sudah tidak berbentuk kasur lagi," katanya.

Karena tidak menemukan kedua korban dan api semakin membesar, Bambang keluar rumah dan menunggu petugas pemadam kebakaran.

Barulah setelah proses pemadaman selesai, keberadaan kedua korban diketahui berada di ruang tamu.

"Tidak nampak. Pas pemadam kebakaran setelah memadamkan itu ternyata di ruang tamu. Dan kondisi berimpit-berimpit berdua," ujarnya.

Keluarga Serahkan Penyelidikan kepada Polisi

Temuan tersebut membuat keluarga mempertanyakan bagaimana kedua korban bisa ditemukan di ruang tamu, bukan di kamar tempat mereka biasa beristirahat.

Bambang mengatakan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian dan masih menunggu hasil visum jenazah yang dilakukan di RS Bhayangkara.

"Karena cerita ini ada yang aneh-aneh, saya tidak mau ngomong yang aneh-aneh. Jadi pihak kepolisian yang menangani TKP," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.