TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam kurun waktu 12 jam terakhir, Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dan belasan guguran lava pijar.
Berdasarkan laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id, luncuran awan panas guguran melaju sejauh 1900 meter ke arah Kali Sat/Putih.
Kemudian guguran lava pijar meluncur ke arah Kali Krasak dan Kali Putih dengan jarak maksimal 2000 meter.
Adapun aktivitas kegempaan di dalam perut Gunung Merapi juga terpantau masih cukup tinggi.
Dalam periode pemantauan pada Jumat (24/7/2026) mulai pukul 18.00-24.00 WIB, tercatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 33 mm dan lama gempa 129.42 detik.
Kemudian 105 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-37 mm dan lama gempa 30.08-232.06 detik.
Lalu 4 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3-17 mm, dan lama gempa 18.08-37.84 detik.
73 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-33 mm, S-P 0.2-0.8 detik dan lama gempa 12.67-74.72 detik.
Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7-10 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 92.67-95.73 detik.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Sabtu 25 Juli 2026, Berawan Sepanjang Har
Sementara pada periode pemantauan Sabtu (25/7/2026) mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 18 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan lama gempa 54.62-204.68 detik.
Lalu 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.2-47.57 detik.
Kemudian 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5-12 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 57.42-78.46 detik.
Secara visual, puncak gunung pada pagi hari ini terpantau sangat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 12.2-17.8°C dengan kelembaban 63-67.6 persen. Tekanan udara 873.4-918 mmHg.
Rekomendasi
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level 3 atau siaga.
Ada sejumlah rekomendasi dari BPPTKG bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di seputaran Gunung Merapi.
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)