Polisi Terjunkan Tim Labfor ke Lokasi Kebakaran yang Tewaskan Pasutri di Padang Pariaman
afrizal July 25, 2026 02:03 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Tim Laboratorium Forensik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan atau uji forensik di lokasi kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (25/7/2026).

Peristiwa tersebut tidak hanya meludeskan satu unit rumah beserta seluruh isinya, tetapi juga menewaskan pasangan suami istri yang merupakan pemilik rumah.

Korban diketahui berinisial N (70) dan D (50).

Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan.

Baca juga: Menantu Ungkap Detik-detik Selamatkan Korban Kebakaran di Batang Anai, Temukan Kasur Berantakan

Pantauan Reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman di lokasi kebakaran, tim Labfor tersebut datang sekira pukul 10.30 WIB bersama tim Inafis Polres Padang Pariaman serta jajaran dari Polsek Batang Anai.

Saat turun dari mobil, seluruh tim yang bertugas tampak sibuk mempersiapkan alat yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah itu, tim Labfor yang berjumlah tiga orang yang terdiri dari satu pria dan dua wanita tersebut langsung melakukan pemeriksaan awal di lokasi kebakaran.

Selang beberapa menit, tim kemudian melakukan wawancara dengan pihak keluarga korban dan beberapa orang saksi saat kejadian.

Setelah melakukan wawancara, tim Labfor kembali melakukan pemeriksaan bersama tim Inafis di lokasi kebakaran.

Baca juga: Keluarga Curigai Kejanggalan Kebakaran Pasutri di Padang Pariaman, Minta Polisi Usut Tuntas

Hingga pukul 11.50 WIB, pemeriksaan masih tampak berlangsung dengan pengawasan dari jajaran pihak kepolisian.

Proses pemeriksaan juga tampak disaksikan oleh masyarakat sekitar.

Menantu Korban Sempat Dobrak Pintu Kamar

Sebelumnya pihak keluarga pasangan suami istri yang tewas dalam kebakaran rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan keluarga kini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan visum terhadap kedua jenazah yang dilakukan di RS Bhayangkara Padang.

Meski belum ingin berspekulasi, Bambang mengakui keluarga memiliki kecurigaan terkait kematian kedua mertuanya yang ditemukan dalam kondisi berimpitan di ruang tamu rumah usai api berhasil dipadamkan pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

"Kami belum tahu penyebab pastinya, itu kami serahkan kepada pihak kepolisian. Tapi memang ada beberapa hal yang menurut kami terasa janggal," kata Bambang kepada TribunPadang.com.

Menurut Bambang, saat pertama kali tiba di lokasi setelah mendapat kabar rumah terbakar sekitar pukul 01.30 WIB, api sudah membakar ruang tamu hingga menjalar ke dapur.

Ia kemudian mendobrak pintu kamar tempat kedua korban biasa tidur.

Namun, keduanya tidak ditemukan di dalam kamar.

Padahal, menurutnya, kondisi kamar saat itu belum dilalap api.

"Kasurnya seperti habis diobok-obok orang, sudah tidak berbentuk lagi. Tapi mertua saya tidak ada di kamar," ujarnya.

Setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, kedua korban justru ditemukan di ruang tamu, tepat di dekat pintu keluar rumah.

Korban perempuan ditemukan berada di bagian bawah, sedangkan korban laki-laki berada di atas dengan posisi kepala berada di dada istrinya.

"Awalnya kami tidak melihat mereka. Setelah damkar selesai memadamkan api, ternyata mereka ada di ruang tamu dalam posisi berimpitan," katanya.

Keluarga Pertanyakan Posisi Korban

Bambang mengaku posisi ditemukannya kedua korban menjadi salah satu alasan munculnya kecurigaan keluarga.

Ia mempertanyakan mengapa kedua mertuanya tidak sempat keluar rumah, padahal jarak kamar tidur dengan pintu keluar relatif dekat.

"Kalau memang tidak ada apa-apa, harusnya mereka masih bisa keluar lewat pintu. Pintu kamar dengan pintu keluar rumah itu dekat. Tapi kenapa mereka tidak keluar, itu yang menjadi pertanyaan bagi kami," ujarnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan posisi kedua korban yang ditemukan saling berhimpitan.

"Kemudian posisi ditemukannya juga menjadi kecurigaan kami, kenapa bisa berhimpitan seperti itu," katanya.

Meski demikian, Bambang menegaskan keluarga tidak ingin menduga-duga penyebab kematian kedua korban.

"Kami tidak mau bicara yang aneh-aneh. Biarlah nanti pihak kepolisian yang menjelaskan hasil penyelidikannya," ucapnya.

Minta Visum Dilakukan

Karena adanya sejumlah kejanggalan yang dirasakan keluarga, Bambang mengatakan pihak keluarga bersama aparat setempat akhirnya sepakat mengajukan visum terhadap kedua jenazah.

"Kami berunding dengan pihak kepolisian, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Akhirnya kami mengajukan visum. Sekarang jenazah masih berada di RS Bhayangkara dan kami masih menunggu hasilnya," katanya.

Ia menambahkan, sebelum kejadian kedua mertuanya masih beraktivitas seperti biasa.

Korban perempuan diketahui masih aktif mengurus rumah dan membantu anak-anaknya, sedangkan korban laki-laki sehari-hari membantu berkebun.

Menurut Bambang, korban laki-laki juga kerap diminta warga menjadi pemuka agama atau "siak" saat ada kegiatan keagamaan maupun warga yang meninggal dunia.

"Kondisi mereka sehat. Ibu hanya kadang mengeluh sakit pinggang, tapi masih bisa berjalan normal dan beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran yang menewaskan pasangan suami istri tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Padang Pariaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.