Festival Ciliwung VII Ajak Warga Rawat Budaya Betawi dan Lingkungan
Jaisy Rahman Tohir July 25, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Festival Ciliwung VII yang diadakan di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mengajak warga untuk lebih peduli dan menjaga alam. 

Mengusung tema 'Dari Budaya Kita Selamatkan Alam', pengunjung Festival Ciliwung VII diajak untuk mengenal ragam budaya Betawi hingga mendapat edukasi terkait kondisi Kali Ciliwung saat ini. 

Pada Festival Ciliwung VII, warga diajak menikmati beragam kuliner tradisional Betawi seperti Dodol Betawi, Emping Betawi, Bir Pletok, hingga Kerak Telor dengan harga terjangkau. 

Tak sekadar menikmati kuliner, pengunjung diajak menikmati nuansa Betawi tempo dulu karena seluruh penjual di Festival Ciliwung VII mengenakan pakaian tradisional Betawi. 

"Biar orang-orang ngerasain vibes-nya tuh gimana sih. Berasa di zaman dulu pakai bajunya kayak begini, encim, begitu," kata Panitia Acara Festival Ciliwung VII, Maudy Zulia Andini, Sabtu (25/7/2026).

Sembari menikmati aneka makanan Betawi, warga dapat menyaksikan kesenian gambang kromong, tari Betawi, dan Hadroh dan beragam hiburan penampilan lainnya. 

Para pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan melukis gerabah, belajar membatik, lomba ketapel, hingga diskusi dengan tema '5 Abad Jakarta, Ciliwung Ada Apa Sih?'. 

Bahkan pengunjung dapat mengikuti kegiatan susur Kali Ciliwung menggunakan perahu karet, sehingga dapat melihat langsung kondisi Kali Ciliwung saat ini. 

Para pengunjung diajak mengikuti susur Kali Ciliwung hingga radius sekitar 1-2 kilometer, baik ke arah Tanjung Barat, Jakarta Selatan dan ke arah Manggarai, Jakarta Selatan. 
 "Kita terbuka untuk umum ya. Jadi siapapun boleh ngerasain sensasi dan ngerasain gimana sih susur Ciliwung, terus bisa ngelihat keadaan Ciliwung saat ini tuh bagimana," ujarnya. 

Melalui susur Kali Ciliwung, Maudy menuturkan pengunjung diedukasi pentingnya menjaga daerah aliran sungai (DAS) di tengah gencarnya pembangunan di Jakarta saat ini. 

Pasalnya akibat pembangunan dilakukan secara sembarang, aliran Kali Ciliwung di wilayah DKI Jakarta kini menyempit karena tergerus bangunan-bangunan liar di sepanjang aliran. 

Atas hal tersebut warga diajak terlibat langsung menjaga lingkungan, termasuk dengan tidak membuang sampah ke aliran Kali Ciliwung yang dapat menganggu ekosistem perairan. 

"Kasihan banget nih Sungai Ciliwungnya. Kenapa? Karena yang harusnya dia itu bebas, luas lahannya, malah kepotong, terkikislah sama bangunan-bangunan yang harusnya tidak ada," tuturnya. 

Pada Festival Ciliwung VII ini pun pihak panitia meminta warga tidak membawa kantong plastik, dan membawa tumbler dari rumah untuk mengurangi produksi sampah plastik. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.